Peduli Terhadap Anak Dengan Momong Cerdas ( Bagian 1 )

Peduli Terhadap Anak Dengan Momong Cerdas ( Bagian 1 )

Peduli Terhadap Anak Dengan Momong Cerdas

Oleh : Verawati Joko Sutopo

verawati joko sutopo

 

Momong, sebuah kata yang sering kali kita dengar apalagi pada saat kita memiliki anak yang masih kecil. Momong menjadi sesuatu hal yang wajib dipikirkan dan dilakukan oleh orang tua yang memiliki anak yang masih kecil. Tak jarang seorang ibu akan berhenti dari pekerjaannya hanya untuk bisa momong anaknya, juga banyak orang tua yang dua – duanya bekerja kesulitan mencarikan Asisten Rumah Tangga yang tugas utamanya adalah momong anak mereka.

Bahkan sebagai ibu yang bekerja kantoran, masalah mencari Asisten Rumah Tangga untuk momong anaknya menjadi salah satu masalah yang sering sekali dihadapi. Lalu sebenarnya apa arti momong dan mengapa momong menjadi sangat penting?

Pada saat ini, sebagian masyarakat berpikir bahwa momong adalah tugas ibu, sudah menjadi rangkaian “nasib” seorang perempuan untuk hamil, melahirkan, lalu momong bayi dan anaknya. Tapi apakah benar seperti itu? Tentu saja tidak. Karena momong anak adalah tugas dan tanggung jawab orang tua, ayah dan ibu bahkan anggota keluarga lainnya seperti kakak.

Lalu apa arti dari momong ? momong memiliki arti memelihara. Dan di dalam momong ada unsur merawat, mengarahkan, dan membina, sehingga dalam kegiatan momong ada harapan anak yang dimomong bertumbuh dan berkembang dengan baik. Dan  momong anak dilakukan mulai anak dalam kandungan sampai anak tersebut menjadi remaja.

Namun disini kita akan membicarakan momong untuk anak usia 1 hari sampai 6 tahun, karena pada usia inilah anak memiliki periode emas (Golden Period atau Golden Ages). Dari arti kata momong jelas bahwa ternyata momong memiliki arti penting dalam kehidupan seorang anak, momong tidak sekedar anak diberi makan, ditemani pada saat bermain dan dijaga anak tidak rewel, tapi momong memiliki peran yang lebih dari itu.

Pada saat ini kami ingin mengenalkan konsep Momong Cerdas, dimana kami membagi menjadi 3 yaitu Momong Cerdas Fisik, Momong Cerdas Intelektual, dan Momong Cerdas Mental dan Spiritual. Kita akan mencoba menjelaskan satu- persatu.

Momong Cerdas Fisik adalah kegiatan momong yang lebih berhubungan dengan asupan makanan yang bergizi dan aktifitas fisik anak. Jenis makanannya, cara pengolahannya dan waktu pemberian makanan tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak seorang anak.

Kebutuhan gizi yang seimbang menjadi hal mutlak yang harus dikonsumsi sejak ibu hamil, menyusui dan sampai anak umur 6 tahun. Mengapa sejak hamil? Karena sejak dalam kandungan, proses perkembangan otak sudah terjadi, dan bayi dalam kandungan 100% bergantung pada apa yang dikonsumsi ibunya.

Dan mengapa sampai umur 6 tahun? Karena diyakini bahwa usia emas (Golden Age) seorang anak adalah sejak anak dalam kandungan sampai dia berumur 6 tahun (ada beberapa buku menyebutkan sampai 5 tahun) dimana pada umur 0 – 6 tahun terjadi perkembangan otak yang luar biasa yaitu pertumbuhan synap-synap sel otak.

Pada masa Golden Age ini pemenuhan akan gizi yang seimbang adalah wajib, bukan berarti semua jenis makanan (karbohidrat, protein, lemak, serat, dsb) harus sama jumlahnya. Dalam perkembangan sel, kita tau bahwa protein memiliki peranan yang penting, maka asupan gizi untuk balita akan lebih baik jika porsi protein terutama hewani lah yang lebih banyak dibanding yang lain.

Saat memberikan MP ASI adalah saat orang tua mengenalkan berbagai jenis makanan, anak belum dapat protes mengenai jenis makanan yang disediakan, maka MP ASI harus dipersiapkan dengan baik oleh orang tua. Mengenalkan anak untuk makan ikan sedini mungkin akan memberikan pengaruh yang baik di kemudian hari. Selain protein, kebutuhan anak akan mikro mineral juga penting, disini peran sayuran dan buah adalah menyediakan mikro mineral tersebut selain serat.

Jika makanan dengan gizi seimbang antara karbohidrat, protein, lemak dan serat, maka kita harus waspada terhadap makanan tambahan seperti jajanan. Banyak orang tua yang mengabaikan jajanan, orang tua akan membiarkan anak jajan makanan yang disukai tanpa memperhatikan faktor gizi dan kebersihan dari jajanan tersebut.

Banyak jajanan yang mengandung garam atau gula yang tinggi, dan diproses asal-asalan, tentu hal ini tidak baik untuk kesehatan, belum lagi kandungan pengawet, pewarna dan MSG (Mono Sodium Glutamat). Kita sebagai orang tua harus mencermati dengan teliti jajanan anak, karena terkadang tanpa kita sadari, jumlah jajanan yang dikonsumsi anak lebih banyak dibanding jumlah makanan yang sehat.

Selain gizi, pada Momong Cerdas Fisik juga berhubungan dengan aktifitas anak tersebut. Anak diajarkan untuk aktif bergerak dan mengenal olah raga sedini mungkin. Mengajarkan anak untuk dolanan adalah sarana yang baik agar anak bergerak. Di masa globalisasi seperti sekarang ini, aktifitas fisik anak sangat berkurang karena anak lebih senang duduk atau berbaring sambari menonton TV atau bermain HP.

Dalam Momong Cerdas Fisik ini, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memilih dan menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi oleh anak, serta orang tua memiliki kewajiban mengarahkan anak untuk mau beraktifitas dan mengurangi bahkan melarang penggunaan HP yang terlalu dini oleh anak.

Momong Cerdas Intelektual adalah kegiatan momong yang lebih berhubungan dengan kecerdasan (IQ). Kita semua pasti menginginkan memiliki anak dengan IQ tinggi, dan tinggi rendahnya IQ sangat dipengaruhi oleh faktor genetis orang tuanya, namun, dengan asupan gizi yang baik, perkembangan otak dapat mencapai maksimal, maka tingkat kecerdasan (IQ) anak juga akan maksimal.

Seperti yang sudah diterangkan diatas bahwa protein hewani sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak. Selain asupan gizi, dalam perkembangannya otak membutuhkan stimulan. Stimulan ini dapat berupa mainan edukatif, pengenalan buku sedini mungkin, pemilihan acara TV, komunikasi yang terjalin antara anak dengan orang tua dan menyekolahkan anak di PAUD.

Selain bertujuan meningkatkan perkembangan otak, stimulan- stimulan tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan mengajarkan anak untuk memiliki kebiasaan baik seperti kebiasaan membaca, bermain edukatif, dan kemampuan berkomunikasi di kemudian hari.

Pengenalan buku dapat dimulai sejak bayi dengan cara orang tua membacakan cerita kepada anak sebelum dia tidur, sehingga anak sejak bayi terbiasa melihat buku secara fisik dan pada saatnya nanti anak akan memiliki ketertarikan terhadap buku, disini tugas orang tua untuk menyemangati dan mendukung anak menyukai buku. Saat orang tua besama- sama dengan anak bermain mainan edukatif atau dolanan, perkembangan otak anak terjadi dan terjalin pula ikatan emosi dan keakraban antara anak dengan orang tua.

Kecerdasan anak juga bisa ditingkatkan dengan bantuan media TV, melalui acara- acara TV anak dapat mengenal bahasa dan ilmu pengetahuan,  namun orang tua harus memilihkan acara- acara apa yang boleh dan yang tidak boleh ditonton oleh anak, jangan sampai terjadi anak menonton acara TV yang tidak sesuai dengan umurnya atau konten acara tersebut mengajarkan tindakan buruk terhadap anak seperti kekerasan dan pornografi.

Banyak orang tua yang tanpa sadar menyerahkan tugas Momong Cerdas intelektual secara penuh kepada sekolah resmi seperti PAUD, hal ini tidak dapat dibenarkan karena kecerdasan intelektual tidak hanya kecerdasan yang dapat dinilai dengan angka dan laporan setiap kenaikan tingkat, namum kecerdasan intelektual lebih bersifat komprehensif sehingga semua pihak (sekolah dan orang tua) harus memberikan kontribusi dalam peningkatan kecerdasan anak. >>> Baca Lanjutannya di Bagian 2 : Peduli Anak Dengan Momong Cerdas (Bagian 2)

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

One Response

  1. Peduli Terhadap Anak Dengan Momong Cerdas ( Bagian 2 ) - Humas WonogiriMaret 20, 2017 at 5:55 pmReply

    […] Peduli Terhadap Anak Dengan Momong Cerdas ( Bagian 1 )Maret 20th, 2017, 5:49 pm […]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.