Menko Bidang Perekonomian Luncurkan KUR Khusus Peternakan Rakyat Di Wonogiri

Menko Bidang Perekonomian Luncurkan KUR Khusus Peternakan Rakyat Di Wonogiri

WONOGIRI – Menteri Koordinator BIdang Perekonomian Darmin Nasution meluncurkan Kredit Usaha Kecil yang diperuntukan khusus bagi peternak rakyat, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12). Dalam sambutannya Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan  penyaluran KUR khusus peternakan rakyat yang dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp8,9 miliar untuk diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat.

Sedangkan bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR khusus peternakan rakyat kali ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinarmas, dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Pengayom Tani Sejagat.

Menko Perekonomian juga menghimbau kepada bank atau penyalur KUR untuk turut mendukung KUR khusus peternakan rakyat dengan membantu peternak menyelesaikan persyaratan seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen pendukung lain dalam mengajukan KUR. “Kekurangan persyaratan justru harus dibantu oleh bank, mengingat terbatasnya pengetahuan peternak kecil terhadap KUR ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengatakan perlunya akses modal dan pendampingan. “Jika akses modal sudah mudah, kucuran dana juga ada, pendampingan sudah siap, tinggal masyarakat yang mau terus berlatih agar makin terampil. Maju, makmur, dan sejahtera itu kuncinya cuma satu, yaitu Mau. Kalau mau, pasti bisa,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa perjalanan program KUR sendiri sejak awal lahir hingga sekarang, telah mengalami berbagai perubahan perbaikan. Sejak diluncurkan 2007-2014, KUR diberikan dengan skema Iuran Jasa Penjaminan (IJP) dan suku bunga relatif tinggi yaitu sebesar 24% untuk KUR Mikro dan 13% untuk KUR Ritel. Pada tahun 2015 terjadi perubahan skema subsidi bunga dengan suku bunga sebesar 12%. Selanjutnya sejak 1 Januari 2018, suku bunga tersebut diturunkan pada titik terendah sebesar 7%.

Jika diakumulasi pemberian KUR dengan sistem subsidi bunga sejak tahun 2015 – 31 Oktober 2018 telah mencapai Rp317 triliun dengan baki debet Rp132 triliun. Realisasi KUR tersebut disalurkan kepada 13,3 juta debitur dengan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di level 1,24%.

Dalam kegiatan ini turut menghadiri antara lain Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Wakil Bupati Wonogiri Edy Santoso, perwakilan kementerian/lembaga terkait, direksi BUMN/BUMD/Swasta Nasional, kelompok tani/ternak, serta perwakilan BUMP di seluruh Indonesia. (admin)

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.