Geopark Gunung Sewu dan Rinjani Punya Kesamaan Persoalan

Geopark Gunung Sewu dan Rinjani Punya Kesamaan Persoalan

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Indonesia kaya potensi biodiversity atau keanekaragaman hayati. Berbicara potensi biodiversity, ternyata ada yang memiliki kesamaan persoalan pengelolaan di bentang kawasan Geopark Gunung Sewu, Wonogiri, Jateng, dengan di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Persoalannya, yakni tentang proteksi pelestarian yang dililit ancaman peralihan peruntukkan lahan, hingga memunculkan benturan kepentingan secara paradoksal. Di kawasan karst Geopark Gunung Sewu, diincar investor untuk dieksploitasi pendirian pabrik semen. Di Taman Nasional Gunung Rinjani, diminati investor untuk membangun kawasan resort pariwisata yang komprehensif, termasuk pendirian hotel.

Tentang potensi biodiversity di Tanah Air, Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah Brazil. Membentang dari Sumatera sampai Papua. Termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang potensial sebagai penyangga kehidupan makhluk hidup, flora dan fauna.

Terkait pemilikan potensi biodiversity di NTB, telah menarik minat Tim Pemkab Wonogiri untuk datang melakukan studi banding ke Lombok pada tanggal 23 sampai dengan 26 Agustus 2017 lalu. Kegiatan lintas pulau ini, dikemas dalam bentuk ‘press gathering’ di Kota Mataram, Lombok, NTB.

“Sekaligus dalam rangka peningkatan sumber daya komunikasi dan informasi,” jelas Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto.

Tim Pemkab Wonogiri, dipimpin Wakil Ketua DPRD Wonogiri Sunarmin, didampingi Asisten Sekda Teguh, dan Kabag Humas Haryanto. Melibatkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Parpora) Kabupaten Wonogiri, Sentot Sujarwoko, dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Wonogiri yang diwakili Ponco Hawarno, beserta para awak media yang bertugas di Wonogiri.

Di Kota Mataram, Tim Pemkab Wonogiri diterima Gubernur yang diwakili Kepala Biro Humas Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, di Gedung Sangkareang. Ikut hadir menjadi nara sumber, para pimpinan dinas dan instansi terkait di Provinsi Bumi Gora, beserta para birokrat dari Kabupaten Lombok Barat.

Warisan Dunia

Sunarmin, menyatakan, ingin ‘ngangsu kawruh’ (menimba ilmu) tentang pengelolaan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani, yang kiranya dapat dijadikan model pengelolaan Geopark Gunung Sewu di Wonogiri. Geopark Gunung Sewu, merupakan bentang alam karst yang memanjang di tiga kabupaten, di tiga wilayah provinsi lintas selatan Pulau Jawa. Meliputi Kabupaten Gunungkidul (Provinsi DI Yogaykarta), Kabupaten
Wonogiri (Jateng), dan Kabupaten Pacitan (Jatim). Kawasan karst tersebut, telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia bersamaan
Konferensi Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang, 19 September 2015. Sebagai warisan dunia, memiliki 33 situs, terdiri atas 30 situs geologi dan tiga situs non geologi.

Potensi biodiversity Wonogiri, mencakup situs gunung api tua dan sungai purba, endapan laut tua, pantai karang dengan bentukan yang alami dan unik, serta potensi goa (lubang perut bumi) yang kaya stalaktit dan stalakmit. Kini, Geopark Gunung Sewu menjadi objek penetilian dan eduwisata, serta destinasi wisata, dengan pusatnya di Museum Karst Dunia Indonesia (MKDI) di Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Kesamaan problema di NTB dan di Wonogiri, adalah sama-sama diincar investor yang ingin menanamkan investasinya sesuai keinginannya, dan kontradiktif dengan aspek pelestarian alam. Menyikapi problema ini, NTB, sebagai provinsi peraih anugerah tingkat dunia “World’s Best Halal Tourism Destination” dan “World’s Best Halal Honeymoon Destination”, melarang pendirian hotel dan kawasan resort
kepariwisataan di area Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Sebagai alternatifnya, diizinkan memberdayakan rumah-rumah penduduk, untuk dikembangkan menjadi ‘home stay’,” jelas Mursal, yang mewakili Kepala Kementerian Kehutanan Provinsi NTB.
(Bambang Pur/CN40/SM Network)

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.