Hari Peduli Sampah Nasional : Bupati Wonogiri Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Hari Peduli Sampah Nasional : Bupati Wonogiri Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Dua belas tahun yang lalu tepatnya tanggal 21 Februari 2005, terjadi tragedi longsor sampah di TPA Leuwi Gajah, Cimahi. Kejadian ini menyebabkan kurang lebih 141 orang meninggal, 6 luka. Peristiwa itu menjadi momentum bagi pemerintah pusat menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Tujuan utamanya yaitu untuk mengingatkan masyarakat tentang perlunya pengelolaan sampah yang serius.

Dalam kehidupan bermasyarakat, dapat dipastikan kita akan menghasilkan sampah dalam aktivitas kesehariannya. Dan kita tidak bisa menyerahkan permasalahan sampah ini hanya kepada pemerintah dan bahkan menyalahkan pemerintah atas dampak yang ditimbulkan dari masalah persampahan yang sebenarnya adalah sampah kita hasilkan sendiri.

baliho humas wonogiri hari peduli sampah nasional

Kabupaten Wonogiri memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dengan berbagai kegiatan. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Wonogiri agar selalu menjaga kebersihan lingkungan serta membuang sampah pada tempatnya. Melalui Surat Edaran nomor 660.1/1297 tentang Peringatan Hari Peduli Sampah Tahun 2017, Bupati Wonogiri memerintahkan seluruh jajaran OPD serta Camat se – Kabupaten Wonogiri mengadakan kegiatan peduli sampah. Salah satunya adalah kegiatan Jumat bersih.

Selain itu, diharapkan jajaran OPD beserta karyawannya dan Camat melaksanakan kegiatan – kegiatan sosialisasi dan mengkampanyekan kepada masyarakat di Wonogiri mengumpulkan, memilah serta mengelola sampah dengan baik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten hari ini ( Minggu, 26/2/2017 ) mengadakan kegiatan peduli sampah dengan melaksanakan apel pagi di alun – alun.

apel pagi bpbd peduli sampah

Aisyah Ekasari, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD menginformasikan bahwa kegiatan apel ini diikuti antara lain ratusan peserta dari berbagai elemen seperti PMI, SAR, SENKOM, MDMC, TKSK, SAR MTA, Tagana Rajawali, Banyu Benink, Tirta Kencana  Pawonmas, BKM Wonogiri, Edan Nyobok, Girimakarti, Al Fatah Bagana, Redifa, OCC, Sedekah Rombongan, Kepatihan, LPPI,  Rapi serta Pelajar dan Pramuka.

hari peduli sampah nasional wonogiri

Pasca apel pagi, dilanjutkan bersih – bersih sampah di tiga lokasi yaitu lokasi CFD, Pasar Kota, Terminal dan Stasiun Kereta Api. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta apel.

Peserta apel membersihkan sampah di Pasar Kota Wonogiri

Dilanjutkan membersihkan sampah di Stasiun Kereta Api Wonogiri

Bersih sampah di terminal angkuta Wonogiri

Ini merupakan kali kedua BPBD dan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kabupaten Wonogiri mengadakan kegiatan sebagai bentuk nyata peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Kegiatan kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini selain membentangkan 100 m kain untuk mencari dukungan berupa tanda tangan pendukung dari pengunjung CFD, juga kegiatan donasi sampah.

tanda tangan hari peduli sampah nasional kabupaten wonogiri

Dengan mengumpulkan minimal 5 sampah anorganik pengunjung CFD bisa menukarkan sampah tersebut dengan sebuah souvenir tas dari kain perca hasil karya teman-teman Redifa (Relawan Diffabel).

Tak hanya berupa menukar sampah, pengunjung juga mendonasikan uang sukarela untuk ditukar tas kain perca.

Kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini tak hanya di lakukan di pusat kota saja, tapi juga serentak di 25 Kecamatan walaupun dengan bentuk kegiatan yang berbeda. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kepedulian pada dampak sampah.

warga masyarakat Kecamatan Baturetno kerja bhakti

warga bekerja bhakti bersama menjaga kebersihan lingkungan

Warga di Kecamatan Eromoko bersihkan sampah dan rumput dipinggir jalan raya

Nonis, sebagai salah satu penggiat kemanusiaan serta tim FPRB mengatakan, “dalam penanganan sampah salah satunya bisa dilakukan dengan cara 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Reuse (guna ulang) yaitu kegiatan penggunaan kembali sampah yang masing dapat digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain, contohnya berupa botol bekas minuman dirubah fungsi jadi tempat minyak goreng, ban bekas, dimodifikasi jadi kursi, pot bunga.

Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah, contohnya ketika belanja membawa kantong/keranjang dari rumah, mengurangi kemasan yang tidak perlu,menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang, misalnya bungkus nasi menggunakan daun pisang atau daun jati.

tanda tangan hari peduli sampah nasional kabupaten wonogiri

Sedangkan Recycle (mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru, contohnya sampah kertas diolah menjadi kertas daur ulang, kertas seni, sampah plastik kresek diolah menjadi kantong kresek, dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri melaksanakan kegiatan Peduli Sampah dengan memungut, membersihkan sampah di pantai sembukan, Paranggupito. Hal ini sebagaimana konsistensi pemerintah dalam menjaga pantai dan laut agar bersih dari sampah. Semoga kegiatan ini tetap bisa di selenggarakan setiap tahunnya dan bukan hanya sekedar ceremonial semata.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Wonogiri yang bergotong royong, bersama – sama menjaga kebersihan lingkungannya masing – masing. Di berbagai kesempatan, Bupati Wonogiri selalu mengajak kita semua berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan misalnya melalui kegiatan rutinitas kerja bhakti tiap hari minggu.

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.