Tim Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Lakukan Riset Di Wonogiri

Tim Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Lakukan Riset Di Wonogiri

WONOGIRI_Tim dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan riset di beberapa wilayah di Wonogiri selama 5 hari mulai Minggu 25 hingga 30 Maret 2017. Tim terdiri dari Dokter hewan dan Balitbang di Indonesia seperti dari Wilayah Papua. Salah satu lokasi yang digunakan riset adalah dusun Jatisari Dawe Desa Gumiwang Lor Kecamatan Wuryantoro. Jatisari merupakan salah satu wilayah di Wonogiri yang kaya akan Ekosistem sehingga berpotensi penyebaran penyakit yang disebabkan hewan.

Penelitian yang dilakukan menyasar pada hewan khususnya kelelawar, tikus dan nyamuk. Salah satu Pengumpul data dari Litbang Biomedis Papua Muhammad Fajri mengatakan pihaknya mendapatkan tugas melakukan riset bersama pihak-pihak terkait untuk meneliti beberapa hewan di Indonesia.

Tim dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan riset di beberapa wilayah di Wonogiri

“Penelitian ini bertujuan  mengetahui penyakit yang menjangkit hewan tersebut sekaligus dampak yang ditimbulkan jika menular pada manusia, seperti binatang nyamuk.”ungkapnya saat ditemui di Wuryantoro, Rabu (30/3)

Fajri menambahkan masing – masing Tim melakukan riset berbeda- beda. Pihaknya meneliti serta mengambil sampel nyamuk yang berada di lingkungan Jatisari dengan melibatkan masyarakat sekitar.  Pengambilan sampel nyamuk dilakukan siang hingga malam hari saat nyamuk mulai beraktifitas menjangkiti manusia.

Mekanisme pengambilan sampel nyamuk setelah menghisap darah kemudian diambil dan diteliti menggunakan mikroskop. Namun hal tersebut baru tahap awal selanjutnya masih diteliti di Laboratorium untuk tindak lanjutnya.

Rencananya Output kegiatan tersebut akan dijadikan kebijakan dari Kemenkes RI tentang kesehatan hewan maupun efek yang ditimbulkan terhadap manusia serta pencegahannya.

Sementara itu Kepala Dusun Jatisari  Kasiman mengatakan pihaknya bersama warga setempat menyambut baik kedatangan Tim tersebut.

“Kegiatan baru kali pertama dilaksanakan di Wilayah ini, semoga bermanfaat bagi masyarakat sekaligus sarana edukasi mengenai penyakit yang disebabkan hewan,”katanya

Disinggung penyebaran DBD diwilayahnya, Kasiman mengatakan tidak terjadi endemik, hanya sebagian kecil masyarakatnya yang terjangkit. Pemerintah desa juga sudah melakukan antisipasi penyebarannya dengan memberikan himbauan serta menggiatkan kebersihan lingkungan. (Pdy_mon)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.