oleh

WONOGIRI SABET PEMDA TERBAIK PENGELOLAAN DANA DESA

WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri raih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah terbaik pertama dalam kinerja Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020. Penghargaan diberikan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kamis (26/11) di Semarang.

 penghargaan dilakukan oleh Kakanwil, Sulaimansyah dengan disaksikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Penghargaan diterimakan kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Wonogiri, Drs. Stefanus Pranowo, M.Si yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Wonogiri Edy Santosa, SH.

Menurut Stefanus Pranowo, Wonogiri mendapat nilai tertinggi dari 29 kabupaten di Jawa Tengah. Tertinggi kedua dan ketiga, diraih oleh Kabupaten Grobogan dan Kendal. “Indikator penilaiannya antara lain mencakup prosentase penyaluran dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), penyerapan Dana Desa (DD) dari Rekening Kas Desa (RKD), kecepatan dan ketepatan penyaluran sesuai batas ketentuan. Juga prosentase penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan penyaluran dana desa sampai tahap kedua,” imbuhnya.

Selain memenuhi indikator tersebut, sambungnya, Pemkab Wonogiri telah melakukan inovasi terkait pengelolaan dana desa. Yakni melalui kolaborasi bersama dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan pemuda, yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) melalui dana desa.

“Kolaborasi yang sudah berjalan 2 tahun terakhir ini dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri. Dana Desa di Kabupaten Wonogiri hingga tahap ketiga telah tersalurkan sebesar Rp 224,649,959,500,- di 251 desa. Adapun pemanfaatannya, telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan mekanisme yang ada. Demikian pula penyerapan dana desa telah mulai dilaporkan melalui aplikasi Kementerian Keuangan.”

Penghargaan yang diterimakan kepada Kabupaten Wonogiri tersebut diberikan dalam rangka mendorong dan meningkatkan pengelolaan dana desa. Kakanwil minta, seluruh Kabupaten untuk segera menyelesaikan rekonsiliasi dan perekaman BLT pada aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara SPAN. (est)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama