Ayo Ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ada Taman Tombo Galau

Ayo Ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ada Taman Tombo Galau

Segelas kopi hitam kembali menemani malamku kali ini, ruangan terasa panas sebab angin lirih berhembus. Kepala sedikit berat, seolah penuh dengan sesuatu yang aku pun tak tahu. Entah. Kucoba menyadari apa yang kulakukan hari ini, ketika tiba – tiba angan kembali hadir dan bayang pun tak mau hilang dari otakku. Kegalauan menyelimuti alam jiwa ku, ingin berteriak dalam kesendirian di suatu tempat yang jauh dari keramaian. Bayang itu selalu mengusik pikiranku. Begitulah.

Menelusup hari dengan penuh harapan, walau itu terasa semu dan akhirnya hanya sebatas angan yang tak kunjung menjadi nyata. Hati kecilku berbicara, mencoba melepas rasionalitas yang berkecamuk untuk mengatakan tidak, namun ternyata tidak mudah ku lakukan. Dan aku termenung beberapa saat. Hela nafas menghentikan lamunanku, tersadar bahwa aku masih sendiri.

Kegalauanku semakin menjadi, ketika pertanyaan itu hadir kembali. Bukan hal sederhana yang mesti ku jawab, karena ini berkaitan dengan hati yang tertahan ego untuk melepas keinginan itu. Ego yang tampak lelah karena ketidakpahaman yang tampak dibuat – buat. Mengapa ? Entahlah…

Terdengar suara yang tiba – tiba memecah keheningan, “Fred, tau gak apa yang kamu lakukan itu adalah sia – sia, dan apa sudah cukup memantaskanmu akan keinginanmu itu ?” Dueeerrr….!!! Suara hati yang tampak nyata, memberikan pesan yang kurasakan sebagai sebuah pesan warning. Lalu sejenak aku berpikir, apakah ini hanyalah angan semu, apakah semua ini tak berarti, apakah aku mesti berhenti. Hati kembali bergejolak aneh !

Disitulah aku mulai lelah, lelah dengan harapan yang tak kunjung nyata. Seolah aku hanyalah seorang yang lemah, tak berarti dan basi. Tak memberikan makna yang selalu terekam dalam alam pikiran, dan kemudian hanya akan berlalu saat semua kembali pada realita yang ada, bahwa aku hanyalah sebagian dari proses yang tak perlu ada sebenarnya. Hanya sebagai bagian kecil dari kisah yang akan terpupus, kemudian terlupakan.

Haruskah ku menangis. Aku lelaki, lelaki tidak boleh menangis lelaki tidak boleh menyerah. Dan Judika pun bilang seperti itu. Ini akan berlalu, dan pasti berlalu. Bagai lilin yang meleleh, ketika menerangi sekitarnya memberikan rasa nyaman dan hangat bagi lainnya, walaupun dia harus berubah bentuk dan tidak bisa berdiri lagi dengan sempurna, namun dia semakin kuat untuk tidak mudah jatuh. Begitulah lilin menyampaikan kemanfaatannya, bukan berarti sebuah pengorbanan yang sia – sia atau dikorbankan untuk menjadikan manfaat. Lilin tidak punya kemampuan untuk menolak atau berkata tidak saat api mulai memanasinya. Karena jika tidak terbakar, manfaat lilin pun tak menjadi nyata.

Yang dulu gelap, sekarang menjadi terang. Karena ada api yang melelehkan lilin itu. Jika tak ada api, dia akan tetap utuh dan tak berguna. Apakah hanya keindahan yang diharapkan dari lilin itu ? Bukan. Jika hanya keindahan wujud saja, banyak patung lilin yang bisa dibuat untuk mewujudkan hasrat keindahan itu. Tapi ini bukan tentang hasrat atas keindahan, ini adalah hasrat untuk kehangatan. Yang akan menerangi sebuah ruang hati yang sejenak padam dan gelap. Dan membawa jalan ke sebuah pintu keluar yang terlihat karena cahaya lilin itu. Apakah ini akan termaknai sebagai sebuah kesadaran tanpa keterpaksaan ? Karena lilin tak pernah menuntut kembali berubah bentuk menjadi sempurna untuk bisa membantumu.

Kawan…

Jika saat ini kamu sedang merasakan kegaluan. Jangan biarkan itu membuatmu terhenti untuk bergerak dan memberikan manfaat bagi orang lain. Biarkan mereka selalu merasakan kehadiranmu, walau mungkin tanpa makna yang berarti bagi mereka. Biarkan dirimu seolah menjadi sebuah lilin, yang menerangi hati mereka saat mereka butuh cahaya dan kehangatan untuk menemukan pintu keluar dalam ruang gelap yang seakan tertutup. Walaupun, nantinya kamu pun akan meleleh dan berubah bentuk, namun kamu tidak hilang. Kamu masih tetap akan ada, dalam bentuk yang baru yang tidak sesempurna bentuk awalmu sebagaimana lilin yang telah terbakar api.

Ketika kamu telah ditinggalkan, jangan khawatir. Karena kamu akan tetap dicari. Saat semua kembali gelap dan mereka tidak menemukan pintu keluar, kamu akan dicari untuk menerangi menemukan pintu yang tak terlihat dalam kegelapan itu. Percayalah !

Nah !! Kisah di atas hanya sebuah preambule dari apa yang akan saya sampaikan. Kisah itu bisa saja terjadi pada siapapun, termasuk yang sedang membaca tulisanku saat ini. Apakah benar seperti itu, Anda sedang galau kah ? Tanyakanlah pada hatimu yang terdalam. Mungkin saat ini banyak orang galau, segalau apa sih yang kamu rasakan. Apakah kegaluan itu akan kamu rasakan sendiri atau saat ini kamu butuh tempat untuk melepaskan segala rasa galaumu itu? Tenaang…bagi kamu yang saat ini tinggal di sekitar kota Wonogiri, ada sebuah tempat di Waduk Gajah Mungkur yang disebut dengan “Taman Tombo Galau “. Menarik bukan ?

Konsep Taman Tombo Galau ini, merujuk pada hasil study banding Disbudparpora di beberapa daerah di antaranya di Bandung Jawa Barat. Disana ada satu tempat wisata dengan trik pemasarannya menggunakan sebutan Taman Jomblo. Unik bukan ?

Selain itu juga ada “Omah Jungkir”. Rencananya juga akan dibangun juga fasilitas permainan lainnya seperti Kora – Kora, Bianglala, Rumah hantu berkonsep rumah sakit, Columbus dan Anting – anting. Wow ! Wonogiri akan semakin menarik dan patut dikunjungi tempat wisata nya. Wonogiri mempunyai banyak wisata alam yang indah. Dan ini bisa Anda jadikan tempat pilihan piknik keluarga, melepas lelah, melepas kegalauan sejenak dan refreshing pikiran serta tempat kuliner yang menyajikan menu khas yang unik. Apa saja menu itu ? Penasaran ? Hanya Di Wonogiri Orang Galau Jadi Tak Galau ( ha..ha..). Silahkan datang ke Wonogiri.

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.