BUPATI : WONOGIRI TERBUKA UNTUK EMPON-EMPON

BUPATI : WONOGIRI TERBUKA UNTUK EMPON-EMPON

WONOGIRI – Hadirnya PT. Deltomed Laboratories di Kabupaten Wonogiri sebagai industri obat dan jamu menjadi bagian dalam mengelola potensi alam dan potensi Sumber Daya Manusia yang melimpah di Kabupaten Wonogiri. Hal ini tentunya menjadi bagian dalam kerangka kerja besar dalam memajukan Kabupaten Wonogiri, dan mensejahterakan perikehidupan masyarakatnya. Karena hadirnya industri memiliki multiplier effect yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat umum.

Demikian disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, selesai melakukan peletakan tiang pancang pertama perluasan pembangunan gedung produksi PT Deltomed Laboratories, Senin (23/7). “Hadirnya sektor industri mampu memberikan dukungan dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan, dan hal ini dirasakan dengan hadirnya kawasan industri di Kabupaten Wonogiri pada kurun waktu terakhir. Harapan kami, dengan semakin banyaknya usaha yang ada di Kabupaten Wonogiri akan memberikan dampak yang signifikan dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Wonogiri.”

Bupati juga menyatakan apresiasinya terhadap perluasan pembangunan gedung baru tersebut. Pasalnya, gedung baru akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Kabupaten Wonogiri mempunyai sekitar 88.000 hektare lahan empon-empon. “Wonogiri terbuka untuk bahan baku empon-empon. Perlu pendampingan dan penyuluhan secara kontinyu kepada petani,” pesannya.

Sementara, Plan Director PT Deltomed Laboratories, Nyoto Wardoyo mengungkapkan, kebutuhan jahe terus meningkat karena pemasaran jamu juga kian berkembang. “Kebutuhan jahe kami mencapai 2.000 ton per musim. Kebutuhan tersebut baru bisa tercukupi apabila ada 2.000 hektare lahan empon-empon,” katanya.

Kebutuhan empon-empon sebagai bahan baku jamu akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, pangsa pasar jamu semakin luas hingga merambah pasar mancanegara. “Kebutuhannya akan bertambah sekitar 15-20% per tahun,” imbuhnya.

Sekitar 10% dari total produksi yang mencapai 1.000 ton per tahun di perusahaan tersebut kini telah diekspor ke berbagai negara. Antara lain ke Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Filipina,  Hongkong, Jepang, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Serikat.

Produk jamu kini semakin diminati masyarakat Eropa. Bahkan, minuman berbahan baku empon-empon seperti jahe, kunir, kencur, dan temu lawak sangat digemari orang Eropa. “Jamu semakin mendunia. Terutama yang sedang naik daun saat ini kunyit dan temu lawak.”

Pembangunan gedung baru juga akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja hingga beberapa ratus orang. Saat ini, pabrik seluas enam hektare tersebut telah mempunyai sekitar 950 tenaga kerja. (HUMAS-est)


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.