oleh

KINI, JARAK TEMPUH MANYARAN-SELOGIRI BISA 15 MENIT

WONOGIRI Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2020 di Dusun Gembuk, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri secara resmi ditutup, Rabu (21/10). Kegiatan ini merampungkan beberapa pengerjaan yang meliputi, penyiapan badan jalan volume P 115 M X L 4 M, Jalan rabat beton volume P 450 M X Lebar 3M X Tebal 0.12 Cm dan gorong-gorong 1 titik dengan panjang 4 M.

Plt Bupati Wonogiri Edi Santosa, SH secara resmi menutup TMMD. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, Kapolres AKBP Christian Tobing, Kasi Intel Kejari Feby, Sekda Haryono, Wakil Ketua DPRD Kab Wonogiri Sugeng Ahmadi, Kepala PMD Antonius, Kasdim Mayor Inf Nurul Muthahar, Pasiter Kapten Inf Moch. Sambudi, Danramil 11/Manyaran Kapten Inf Agus Priyanto, Camat Purwadi, Kapolsek Iptu Lasimin, Kades Bero Roh Edi Wibowo,

Penutupan ditandai dengan pemotongan pita dilokasi oleh Plt Bupati Wonogiri Edi Santosa dan penandatanganan serah terima hasil TMMD dari Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi kepada Plt Bupati Wonogiri. Juga penandatanganan prasati jalan “Merah Putih” oleh Dandim 0728/Wonogiri yang disaksikan jajaran Forkopimda.

Penutupan kali ini, walaupun di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan di lokasi TMMD yang berada di Dusun Gembuk, Desa Bero dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini terbukti dengan undangan yang hanya terdiri dari unsur Forkopimda serta Forkopincam setempat, warga masyarakat yang ingin melihat secara langsung seremoni pemotongan pita pun dibatasi untuk menghindari kerumunan massa. Penutupan TMMD hanya dilakukan pemotongan pita dan penghijauan serta pengecekan hasil kerja.

Hasil TMMD menyisakan cerita tersendiri, pasalnya merupakan mimpi warga sekitar berpuluh–puluh tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Manyaran, Purwadi. “Dengan adanya TMMD ini, membuka akses jalan penghubung antara Kecamatan Manyaran dan Kecamatan Selogiri yang merupakan mimpi dari warga setempat selama berpuluh-puluh tahun.”

Mengingat kondisi jalan yang ekstrim, dirinya beranggapan bahwa pemerintah desa tidak mampu menembuskan jalan penghubung tersebut, di sinilah peran dari Pemkab bersama TNI sehingga bisa mewujudkan mimpi dari warga masyarakatnya.

Dengan adanya jalan tembus ini, jarak tempuh dari Manyaran ke Selogiri lebih singkat yakni sekitar 10-15 menit. Kalau lewat jalur biasa bisa menempuh waktu satu jam lebih  “Kami sangat bersyukur dari pemerintah sangat peduli dengan memberikan program TMMD yang mewujudkan mimpi dari warga, satu hal yang kita syukuri karena bisa memudahkan komunikasi maupun transportasi antara Kecamatan Manyaran dan Kecamatan Selogiri,“ ucapnya.

Sementara Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan jalan tembus itu dapat mempercepat transportasi dari Desa Bero, Kecamatam Manyaran sampai Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri. “ Hal itu menjadi salah satu upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik dan penanggulangan kemiskinan di pedesaan. Semoga jalan ini dapat memperlancar koordinasi, hubungan yang baik antarwilayah, menjaga persatuan, dan menjadikan Wonogiri aman, tenteram, dan makmur,” harapnya. (est)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama