oleh

AHLI WARIS PERANGKAT DESA DI WONOGIRI DAPAT SANTUNAN KEMATIAN

WONOGIRI –  Sejumlah ahli waris  peserta BPJAMSOSTEK di Pemkab Wonogiri mendapatkan santunan jaminan kematian. Para penerima bantuan itu adalah para Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu di saat masih aktif berdinas di pemerintahan desa. Santunan diberikan karena para perangkat desa tercatat sebagai peserta Jamsostek.

Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Utama Surakarta, Hasan Fahmi bersama Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa memberikan secara langsung santunan tersebut di ruang Kahyangan, komplek Setda Wonogiri, Kamis (22/10).

“Dari 251 Desa yang ada di Wonogiri, dengan jumlah perangkat sebanyak 3.045 orang, seluruhnya telah terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Jaminan ini menunjukkan bahwa seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Wonogiri dari berbagai tingkatan, mendapatkan hak atau jaminan yang sama, mendapatkan penghargaan yang sama sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang diberikan selama bertugas,” ungkap plt Bupati.

Pemkab Wonogiri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap segenap ahli waris peserta BPJAMSOSTEK. Pihaknya meminta agar bantuan tersebut dapat digunakan semestinya dan bermanfaat.

Hasan Fahmi sendiri merinci jika para ahli waris berhak atas santunan Jaminan kematian sejumlah Rp 42 juta dengan rincian santunan berkala sebesar Rp 12 Juta, biaya pemakaman Rp 10 Juta dan santunan kematian Rp 20 Juta, ditambah saldo jaminan hari tua yang berbeda setiap pesertanya.

“Kami menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya almarhum. Kami sadari bahwa santunan yang kami berikan tentu tidak akan bisa menggantikan almarhum, tapi kami berharap dapat bermanfaat sebagaimana mestinya untuk ahli waris,” papar Fahmi.

Fahmi juga menyampaikan bahwa selama tahun 2020 pihaknya sendiri telah membayarkan klaim kasus JKM sebanyak 417 kasus dengan total sebanyak Rp 16,1 Miliar. Selain itu ada juga pembayaran  klaim Jaminan kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 3.873 kasus dengan total sebanyak Rp 17,1 Miliar, kemudian Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 35.002 kasus dengan total Rp 302,5 miliar dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 864 kasus dengan total Rp 4,7 Miliar. (est)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama