Usulan Musrenbang Kabupaten Wonogiri Mendekati Angka 2,1 Trilyun

Usulan Musrenbang Kabupaten Wonogiri Mendekati Angka 2,1 Trilyun

Usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Wonogiri untuk rencana pembangunan tahun 2018 mendekati angka 2,1 T tepatnya Rp  2.096.702.911.881.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Drs. Suharno, M.Pd Pada Musrenbang Kabupaten yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (22/3)  mengatakan usulan tersebut terdiri dari  Usulan Renja OPD sebesar  Rp. 1.106.895.452.440 dan Usulan Musrenbang Kecamatan Rp. 989.807.459.441

Pada usulan OPD  terbesar  56,82%, direncanakan untuk membiayai  Urusan  Wajib Pelayanan dasar, 14,05% untuk membiayai  Urusan Pilihan, 12% untuk Urusan Rutin dan 6,38% untuk Urusan Penunjang. Sementara untuk usulan Kecamatan untuk Bidang  Sarana dan pengembangan Wilayah sebesar 68,22, Bidang Kesejahtaraan Rakyat sebesar  13,64%, Bidang Ekonomi sebesar  13,4% dan Bidang Pemerintahan  sebesar  4,74%.

Usulan Musrenbang Kabupaten Wonogiri Mendekati Angka 2,1 Trilyun

“Untuk mencapai  pembangunan tersebut Pendekatan  yang dilakukan berdasarkan Money follow Program, serta perencanaan holistic, tematik dan integratif.”ungkapnya.

Ia juga menambahkan melalui pendekatan itu di tahun 2018 diharapkan terjadinya Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44%. Inflasi dapat di kendalikan pada kisaran 4,5+1%, Pendapatan perkapita penduduk menjadi sebesar Rp. 19,925 juta per tahun. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,05%. Angka kemiskinan  menjadi 11,23%.Ketimpangan pendapatan yang diukur dengan index Gini sebesar 0,305 (rendah) serta Ketimpangan pendapatan antar wilayah yang diukur dengan Index wiliamson sebesar 0,205 (rendah).

Bupati Wonogiri Joko Sutopo pada kesempatan tersebut menyampaikan, selain sebagai upaya untuk mengkonstruksi cara pandang terhadap arah tujuan pembangunan di Kabupaten Wonogiri musrenbang juga menjadi wahana duduk bersama  pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten mencari solusi permasalahan-permasalahan  yang dihadapi.

“kita menghadapi angka kemiskinan yang cukup tinggi sebesar 12,9%, Indeks Pembangunan Manusia di Wonogiri yang masih sangat rendah 67,76%,  masih jauh dengan IPM Provinsi 69,49% dan menjadi terendah se eks karisedenan Surakarta,” Ungkapnya.

Ia juga mengatakan perlunya mengubah cara pandang dalam penggunaan APBD, serta melakukan terobosan melalui efisiesi dan transparansi  tata anggaran  dalam e-planning dan e budgeting.

Bupati berharap berharap target rencana pembangunan jangka menengah daerah terealisasi dengan peningkatan IPM serta berhasil pada aspek yang menjadi prioritas Panca Program.

“yang terpenting adalah menyiapkan program-program yang berkesinambungan, terukur, dapat dipertanggungjawabkan serta berpihak kepada masyarakat.”tandasnya (humas_mon)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.