TMMD DIGELAR, TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SECARA KETAT

TMMD DIGELAR, TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SECARA KETAT

WONOGIRI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Tahun 2020 dengan tema “TMMD Pengabdian untuk Negeri” yang dilaksanakan di Dusun Gembuk, Desa Bero Kecamatan Manyaran resmi dibuka, Selasa (22/9). Pelaksanaan dimulai tanggal 22 September dan akan ditutup pada tanggal 21 Oktober 2020 mendatang (25 hari kerja).

Penandatangan dokumen pembukaan TMMD dilakukan di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri dengan dihadiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa, SH, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri.

“Dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melaksanakan apel dan cek suhu tubuh sebelum melaksanakan kegiatan, serta tetap memakai masker dalam kegiatan, sehingga diharapkan dalam program TMMD tidak muncul klaster baru dalam pandemic COVID-19,” ungkap Dandim.

Adapun program TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0728/Wonogiri meliputi penyiapan badan jalan volume P 115 M X L 4 M. Jalan rabat beton volume P 450 M X Lebar 3M X Tebal 0.12 Cm dan gorong-gorong 1 titik dengan panjang 4 M.

“Kegiatan ini mampu meningkatkan semangat kebersamaan serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan yang ada di daerah seperti membuka akses jalan dusun maupun desa yang tadinya terisolasi sehingga menjadi terbuka,” ungkap dia.

Melalui kegiatan TMMD seperti inilah sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,serta Pemerintah Daerah bisa dibangun menjadi satu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa. Menggali dan memberdayakan potensi yang ada di daerah serta mampu mensejahterakan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menitipkan pesan bahwa dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III agar menjadikan substansi Pandemi Covid-19 sebagai yang utama. Pandemi Covid masih mengancam kehidupan dan dengan berbagai hal yang ada di dalamnya, masyarakat harus terus diberikan penyuluhan. Bahaya virus Corona dan tatacara pencegahan diwujudkan dalam adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan dalam berbagai kegiatan, termasuk pelaksanaan TMMD harus mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Harus ditekankan, bahwa saat sekarang ini sudah mulai diluncurkan wacana new normal, budaya baru dalam beraktifitas, tetapi bukan berarti bahwa keadaan sudah kembali normal. Ada pola yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat manakala harus tetap beraktifitas, semata-mata agar masyarakat terhindar dari tertular virus corona.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.