PILKADA DIGELAR, PROTOKOL KEAMANAN DAN KESEHATAN TIDAK BOLEH DIABAIKAN

PILKADA DIGELAR, PROTOKOL KEAMANAN DAN KESEHATAN  TIDAK BOLEH DIABAIKAN

WONOGIRI – Dalam beberapa bulan lagi agenda pesta demokrasi berupa Pilkada memilih Bupati dan Wakil Bupati bakal digelar di Wonogiri. Pilkada Kabupaten Wonogiri yang menjadi bagian dari Pilkada serentak secara nasional perlu mendapat perhatian semaksimal mungkin dari setiap sektor yang terlibat di dalamnya. Masyarakat harus mengetahui prosedur dan tahapan Pilkada tahun 2020, pada situasi yang khusus seiring merebaknya covid-19.

Kegiatan digelar dengan maksud untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis, berintegritas, nyaman, sehat dan selamat di tengah pandemi covid-19. Peserta rakor melibatkan Forkopincam, Kades/ Lurah, PPK, dan Panwascam.

“Kita dukung proses Pilkada terus berjalan, di lain sisi protokol keamanan dan kesehatan juga tidak boleh diabaikan, bahkan selalu dikedepankan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti munculnya cluster penularan covid 19 pada Pilkada serentak,” kata Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, SH saat menghadiri rapat koordinasi persiapan dan kesiapan Pilkada serentak tahun 2020 di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Senin (21/9). Rakor sendiri digelar selama 2 hari, yakni Senin – Selasa ( 21-22/9)

Suksesnya Pilkada untuk memilih pemimpin untuk 5 tahun kedepan menjadi tanggung jawab segenap sektor yang terlibat. Yaitu bagaimana menciptakan prosedur terbaik yang memperhatikan protokol kesehatan, agar masyarakat dapat menggunakan hak politik dengan aman. “Prestasi Kabupaten Wonogiri dalam hal kelancaran pelaksanaan pesta demokrasi, harus dipertahankan, diciptakan kondisi yang aman dan nyaman. Sehingga masyarakat tidak takut untuk datang ke TPS dan berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.”

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kapolres AKBP Christian Tobing, Kajari Agus Irawan Yustisianto, Kepala PN Sugeng Sudrajat, Ketua DPRD Setyo Sukarno, Wakil Bupati Edi Santosa, Asisten I Setda Teguh Setyono, Ketua KPU Sih Setyo, Ketua Bawaslu Ali Mahbub, Danramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri, Kapolsek jajaran Polres Wonogiri, Camat, Panwascam, Kades/Lurah Kabupaten Wonogiri.

Sementara Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengemukakan terkait dengan merebaknya pandemi covid-19, tentu harus ditinjau kembali petunjuk teknis bagi petugas dan kebutuhan di lapangan sebagai bentuk adaptasi dan modifikasi atau penyesuaian agar tidak terjadi penularan Covid-19. Setiap petugas yang terlibat proses Pilkada, termasuk para pelaksana dan petugas pengaman, adalah aset yang harus dilindungi selama bertugas. Sehingga perlu disusun suatu protap yang sebaik-baiknya.

“Jika pada tataran petugas dan pelaksana sudah memiliki bekal pemahaman dan peralatan perlindungan yang memadai, maka masyarakat umum harus pula diberikan pemahaman yang sama,” imbuhnya. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.