PERDA RTRW WONOGIRI DITETAPKAN, KAWASAN SELATAN DIDORONG JADI KAWASAN INDUSTRI

PERDA RTRW WONOGIRI DITETAPKAN, KAWASAN SELATAN DIDORONG JADI KAWASAN INDUSTRI

WONOGIRI – Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Wonogiri untuk periode tahun 2020-2040 disahkan dalam Rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/7).  Penetapannya disertai dengan beberapa rekomendasi dari DPRD. Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno tampil memimpin rapat paripurna dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Krisyanto, Siti Hardiyani dan Sugeng Achmadi, serta Sekretaris Dewan Gatot Siswoyo. Rapat paripurna dihadiri oleh 44 dari 50 anggota Dewan. Ikut hadir Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dan Sekda Haryono beserta jajaran ekskutif.

“Sudah melalui proses panjang, kita ingin melakukan perubahan RTRW ini sudah dimulai sejak 2013 lalu. Kita bersyukur setelah tujuh tahun lamanya hari ini sudah ditetapkan, ” kata Setyo Sukarno.

Berkaitan hal tersebut, DPRD Kabupaten Wonogiri memberikan rekomendasi, yakni agar Perda RTRW segera disosialisasikan dan diundangkan, ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup) serta mempersiapkan penyusunan Perda RDTR Wilayah (Kecamatan). Kepada Pemda Wonogiri, diminta melaksanakan Perda RTRW ini dengan memanfaatkan potensi sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan ada semangat perubahan dalam menyusun Raperda RTRW. Menurutnya, semangat itu adalah untuk mengejar ketertinggalan Wonogiri dari wilayah-wilayah lain. Selain itu juga untuk meratakan perekonomian yang selama ini terpusat di zona utara dan timur Wonogiri. “Disahkan Perda tersebut maka para investor yang bergerak di bidang industri besar dapat melihat pemetaan zona industri di Wonogiri. Menurut Perda RTRW yang baru, pertumbuhan zona industri baru didorong ke arah selatan Wonogiri, mulai dari Kecamatan Wuryantoro, Eromoko, Pracimantoro, Giritontro dan Giriwoyo,” imbuhnya.

            Rancangan Perda tersebut telah dibahas lintas sektoral. Selain itu, rancangan perda tersebut juga telah melalui evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah. Ia mengakui bahwa ada beberapa evaluasi terkait redaksional dan perubahan pasal. Namun sudah diperbaiki tanpa mengubah substansinya dan bahkan saat ini Perda itu sudah disahkan.

Pihaknya ingin menampilkan sebuah peta yang komprehensif, transparan dan akuntabel. Dengan begitu, diharapkan akan memberikan kemudahan kepada seluruh pihak, seperti para investor. “Sehingga, dengan mudah para investor dapat menyesuaikan diri.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.