JELANG IDUL ADHA, RIBUAN HEWAN TERNAK DIBERI OBAT DAN INJEKSI

JELANG IDUL ADHA, RIBUAN HEWAN TERNAK DIBERI OBAT DAN INJEKSI

WONOGIRI – Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan (Dislapernak) Kabupaten Wonogiri dan Dinas Peternakan Provinsi Jateng gelar pemeriksaan hewan ternak di wilayah Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Senin (13/7). Selain untuk mencegah adanya penyakit hewan, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah hewan ternak itu sudah layak untuk kurban. Mereka juga melakukan penyuntikan obat-obatan untuk mencegah penyakit pada hewan kurban menjelang Idul Adha.

“Pemeriksaan hewan ini sudah dilaksanakan sejak 29 Juni lalu di 13 kecamatan yang ada di Wonogiri. Selain di pasar hewan, kami juga sengaja memilih peternak atau penampungan hewan yang mempunyai peliharaan yang cukup banyak,” ujar Kepala Dislapernak Kabupaten Wonogiri Sutardi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Prapto Utomo usai sidak pengepul hewan ternak kurban di Dusun Ngepoh Desa Balepanjang, Baturetno, Wonogiri.

Pihaknya memeriksa umur ternak, kesehatan, dan penyakit-penyakit yang mungkin menyerang ternak. Terutama penyakit yang berpotensi menular ke manusia, seperti penyakit antraks, zoonosis, dan jembrana. “Kami mewaspadai dan mengantisipasi penularan penyakit hewan, sehingga hewan kurban yang dijual layak untuk kurban,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, petugas juga memberikan obat-obatan kepada ternak. Pemberian obat dan injeksi ini minimal harus tiga pekan sebelum hewan disembelih. Jika tidak, dikhawatirkan saat disembelih masih ada residunya. Selain itu, setiap tempat pengepul juga dipasangi stiker layak kurban. “Ini merupakan bentuk rekomendasi kepada masyarakat ketika akan membeli hewan kurban,” katanya.

Dikatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 1.200 sapi yang sudah diperiksa dan diberikan obat serta injeksi. Adapun untuk kambing sudah tidak terhitung jumlahnya. “Obat dan injeksi ini juga sebagai antisipasi penyakit cacing hati,” jelasnya.

Staf Bidang Veteriner Sie Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, drh. Al Fitra Setya Wijaya, mengatakan kawasan Wonogiri harus terus diawasi, karena berbatasan dengan Pacitan dan Gunung Kidul. Upaya ini juga sebagai bentuk kepastian pemerintah bahwa hewan ternak dari Jateng bebas dari penyakit. Tahun 2019 lalu, dinas mencatat ada sekitar 3.000 ekor sapi dan 11.000 ekor kambing yang dikirim ke luar Wonogiri. Pihaknya akan memantau perkembangan jumlah ternak tahun ini. “Sebenarnya di Jateng tidak ditemukan kasus penyakit hewan kurban,” jelasnya.

H Sarto, pemilik kandang penampungan ternak di Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno mengungkapkan, suplai ternak saat ini masih untuk mencukupi kebutuhan lokal sehari-hari. “Pengiriman untuk Idul Adha belum. Sepertinya permintaan hewan kurban tahun ini tidak sebanyak tahun lalu,” katanya. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.