INOVASI BARU, MASKER TRANSPARAN BAGI PENYANDANG TUNA RUNGU DIPRODUKSI DI WONOGIRI

INOVASI BARU, MASKER TRANSPARAN BAGI PENYANDANG TUNA RUNGU DIPRODUKSI DI WONOGIRI

WONOGIRI — Salah satu penyandang tuna rungu bernama Sutantini, warga Pakis RT 001/RW 009, Desa Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, berinisiatif membuat masker transparan untuk para penyandang tuna rungu di Wonogiri. Tujuan pembutan masker transparan tersebut yaitu untuk memudahkan penyandang tuna rungu berkomunikasi dengan orang lain dengan cara membaca gerak bibir untuk mendukung. Gerakan bibir bisa terlihat karena model masker kain dikombinasikan dengan mika atau plastik di bagian tengah.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengapresiasi kreativitas dan inovasi pembuatan masker yang dikembangkan oleh komunitas penyandang tuna rungu tersebut. Meski dalam proses pengerjaanya terdapat beberapa kendala, seperti kapasitas produksi, permodalan, kurangya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjahit dan lain-lain.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, mereka belum bisa menemukan solusi secara cepat. Maka dari itu, pemerintah hadir untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. Karena kreativitas mereka membantu kami dalam melakukan pencegahan persebaran Covid-19,” ungkap Bupati, Selasa (5/5).

Bupati lantas memerintahkan  membuat masker transparan sebanyak jumlah penyandang tuna rungu yang ada di Wonogiri. Saat ini terdapat 1.687 orang penyandang tuna rungu di Wonogiri. Masker tersebut nantinya akan dibeli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri, kemudian disalurkan untuk penyandang tuna rungu di Wonogiri.

“Satu masker dihargai Rp 7.500. Kami meminta dibuatkan sesuai jumlah penyandang tuna rungu di Wonogiri. Tadi saat bertemu dengan mereka ada usulan agar setiap penyandang tuli mempunyai dua masker, kemudian kami setujui. Jadi pembuatannya dua tahap. Berapapun nanti mereka mengajukan akan kami beli, karena ada alokasi anggaran untuk pencegahan Covid-19,” imbuh Bupati.

Kekurangan SDM yang menjahit, imbuh Bupati, sudah dikoordinasikan dengan komunitas penyandang tuna rungu dan Balai Latihan Kerja (BLK). SDM yang akan dikerahkan untuk memproduksi masker sebanyak 20 orang, mereka semua penyandang difabel. Proses pembuatan akan dimulai Selasa (5/5). Diprediksi 10 hari hingga 12 hari kedepan produksi masker bisa terpenuhi.

Kmunitas penyandang tuna rungu Wonogiri dan Bupati sepakat bahwa produksi masker diprioritaskan untuk warga setempat terlebih dahulu. “Kami sepakat untuk pendistribusian difokuskan untuk di Wonogiri dulu. Jika semua kebutuhan di Wonogiri sudah terpenuhi, permintaan dari luar daerah bisa dilayani.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.