PSBB BELUM TEPAT DIBERLAKUKAN DI WONOGIRI

PSBB BELUM TEPAT DIBERLAKUKAN DI WONOGIRI

WONOGIRI – Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang banyak diterapkan di berbagai wilayah, tidak lantas disikapi serta merta oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Kendati Kabupaten Wonogiri saat ini dikelilingi oleh wilayah dengan tingkat kasus positif COVID-19 cukup tinggi, namun Bupati belum berniat menerapkan PSBB.

“Sejumlah Kabupaten tetangga seperti Sukoharjo, Solo, Ponorogo dan Pacitan terdapat kasus positif Corona cukup tinggi. Namun hal itu tidak serta merta menjadikan Pemkab mengajukan PSBB. Menurut PP 21 tahun 2020 PSBB itu diselenggarakan dengan beberapa syarat dan pertimbangan. Maka, kami belum mengajukan PSBB karena sejumlah indikator belum terpenuhi,” tegas Bupati, awal pekan ini.

Dikatakan bahwa ada syarat dan pertimbangan atau indikator yang harus terpenuhi sebelum program itu diajukan kepada Kemenkes. Yakni meliputi epidemiologi, faktor penyebaran, jumlah kasus dan korban. Selain itu, faktor kesiapan perangkat keamanannya juga perlu diperhatikan.

Dengan kondisi geografis Wonogiri seperti ini Bupati menilai program PSBB belum tepat diberlakukan di Wonogiri. Dia menyebut bahwa untuk pemenuhan program tersebut, kesiapsiagaan aparat juga harus diperhitungkan.

Bupati menambahkan dengan prasyarat yang diatur didalam PP 21 tahun 2020 dalam pemberlakuan program PSBB belum terpenuhi. Menurut Bupati berdasar angka-angka kasus yang ditampilkan tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 dirinya berkeyakinan jika program itu belum tepat diterapkan.

“Yang kita lakukan saat ini adalah memperkuat sosialisasi berbasis kultural agar nanti bisa membangun satu relasi pengamanan berbasis kesadaran. Keyakinan saya ini dengan dukungan data dan fakta,” tandasnya.

Saat ini ada 10 kasus positif Corona di Wonogiri. Empat diantaranya sudah sembuh, lima orang masih dirawat, masing-masing satu orang dirawat di RS Bhayangkara Semarang, satu orang di RS Moewardi Solo, satu orang di RSUD Wonogiri, dua orang isolasi mandiri dan satu orang meninggal dunia. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.