ANGGOTA GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 DI WONOGIRI RAPID TES, HASILNYA NEGATIF

ANGGOTA GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 DI WONOGIRI RAPID TES, HASILNYA NEGATIF

WONOGIRI – Sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Bupati Wonogiri Joko Sutopo rentan terhadap tertularnya virus covid-19. Namun, Bupati ternyata sudah menjalani rapid tes covid-19.  Rapid tes juga dilaksanakan pejabat Pemkab yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Kabupaten Wonogiri. Hasilnya dari tiga kali rapid tes ternyata negatif alias non reaktif.

“Saya sadar kalau termasuk berisiko (terpapar virus corona). Karena dalam beberapa kesempatan banyak berinteraksi dengan pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh,” kata Bupati, Senin (4/5).

Dia berujar, menjalani rapid tes untuk deteksi dini. Dari tiga kali rapid tes semuanya nonreaktif, artinya antibodi tubuh tidak bereaksi lantaran tidak terjadi infeksi. “Semua pejabat Pemkab yang tergabung dalam gugus tugas juga melakukan tes dan seluruh hasil rapid test nonreaktif,” imbuhnya.

Bupati memastikan alat rapid test yang digunakannya dan pejabat lainnya bukan bantuan dari pemerintah, melainkan atas pengadaan sendiri. Seluruh alat rapid test digunakan untuk tenaga medis dan warga berisiko lainnya.

Sementara,  Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Wonogiri terus mendapatkan bantuan atau donasi dari berbagai elemen masyarakat. Jika ditotal nilainya mencapai ratusan juta baik berwujud uang tunai maupun barang. “Bantuan yang kami terima terus mengalir. Bantuan itu menyasar kepada masyarakat yang kena imbas Corona, para medis dan juga para relawan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

Dijelaskan, bantuan yang diberikan itu bermacam-macam. Ada yang berupa APD (alat pelindung diri) yang bersifat medis dan non medis serta sembako. Bantuan yang terhimpun tercatat mencapai Rp 403 Juta lebih. Bantuan tersebut dicatat dalam beberapa klasifikasi, diantaranya adalah APD. Seperti baju hazmat, masker medis, masker kain, face shieldhandscoon, sepatu boot dan kacamata google.

Kemudian desinfektan yang terdiri atas hand sanitizer, antiseptik atau klorin, desinfektan, karbol, pembersih lantai maupun handsoap dan alkohol. Lalu ada peralatan yang berupa handsprayer dan toren cuci tangan dan bantuan yang diklasifikasikan sebagai logistik, diantaranya adalah beras, minyak goreng, mie instan, gula pasir, biskuit, susu dan multivitamin. Sebagian besar bantuan itu juga sudah terdistribusikan.

“Semua didata, diinventarisir. Ini sebagai bukti dukungan masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan covid-19 di Wonogiri ini,” jelasnya.

Bantuan-bantuan yang mengalir ini didapat dari solidaritas masyarakat umum, komunitas dan juga dari partai politik. Bambang menilai, solidaritas masyarakat dalam membantu pemerintah menangani wabah korona cukup tinggi. Terlihat juga dari bantuan yang diberikan. “Yang terpenting masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.