PASIEN SEMBUH CORONA DARI WONOGIRI BERTAMBAH SATU

PASIEN SEMBUH CORONA DARI WONOGIRI BERTAMBAH SATU

WONOGIRI – Kabar gembira dari Kabupaten Wonogiri dimaa salah satu pasien terinfeksi virus covid-19 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Hal ini makin menambah jumlah pasien yang sembuh dari penyakit virus corona di Kabupaten Wonogiri bertambah lagi. Adalah Ibu  Sukatin (54) warga Lingkungan Gayam, Kelurahan/Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Sebelumnya, dia terkonfirmasi positif corona pada 20 April lalu. Pada Sabtu (2/4) lalu, Sukatin dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Kepulangan Sukatin tersebut disambut secara langsung oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Minggu (3/5) di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Turun dari ambulance, Sukatin yang tidak memakai alas kaki lantas oleh petugas gugus tugas percepatan penanganan covid-19 diberi sandal jepit berwarna putih kuning untuk dikenakan.

Bupati menyambut Sukatin dengan menggandengnya begitu turun dari ambulance dan didudukkan di kursi yang disediakan. Ia duduk di kursi deretan depan, di sampingnya ada pasien yang sudah sembuh dari covid-19 baru-baru ini, yaitu Slamet (72).

“Setelah menjalani perawatan yang intensif, Bu Katin dan Pak Slamet akhirnya dinyatakan sembuh. Kesembuhan beliau-beliau ini adalah wujud nyata dari kerja keras, kerja ikhlas dan wujud profesionalnya paramedis kita. Pada prinsipnya bagaimana mereka yang usianya tua bisa sembuh? Karena kepatuhan terhadap protokol yang ada,” ungkap Bupati.

Bupati menambahkan bahwa potensi kesembuhan dari penyakit ini sebenarnya mencapai 94% asalkan mendapatkan penanganan yang tepat, disiplin mengikuti petunjuk tim medis, dan membangun suasana kebatinan yang happy. “Kondisi kebatinannya juga harus selalu happy, kalau tidak begitu ya tidak akan sembuh-sembuh. Hal ini sangat penting, sebab hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus tersebut.”

Di sisi lain, pihaknya telah berupaya melacak penyebab virus corona pada Sukatin. Perempuan itu diketahui sebagai ibu rumah tangga yang sangat jarang bepergian ke luar desa. Kegiatan terakhirnya hanya melayat di daerah Kecamatan Purwantoro yang bersebelahan dengan Kecamatan Kismantoro.

Dari hasil pelacakan, tidak ada keluarga Sukatin yang terinfeksi virus corona. “Ini menjadi kewaspadaan bersama. Baik zona merah, zona hijau, harus diwaspadai semua. Ini virus, tidak ada dikotomi desa atau kota, tidak ada batasan teritorial, bisa memapar siapapun. Oleh karena itu kita dorong protokol kesehatannya dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Ini sebagai wujud komitmen bersama seluruh pihak,” tegasnya.

Sebelum Sukatin, Slamet dinyatakan sembuh dari korona pada Jumat (1/5) lalu. Warga Desa Jendi Kecamatan Selogiri itu disambut baik oleh masyarat sekitar rumahnya. Bersamaan dengan Slamet, Eko Eviyanto (48), Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Jatisrono juga dinyatakan sembuh dari corona

Diundangan pasien yang sembuh ke pendopo Kabupaten Wonogiri beryujuan untuk dilekukan upacara pelepasan secara sederhana. Hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dan edukasi kepada masyarakat bahwa mereka sudah dinyatakan bersih dari Covid-19. Kemudian mereka diantarkan sampai ke rumahnya oleh tim gugus tugas.

“Kalau kita tidak melakukan upaya ini, stigma negatif akan tetap melekat. Bahwa yang bersangkutan ini akan menjadi pemapar virus terhadap warga lain. Coba bayangkan kalau tiba-tiba Ibu Sukatin dan Pak Slamet ini pulang, pasti akan timbul spekulasi liar di masyarakat. Itu yang harus kita cegah,” tambah Bupati.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD SMS Wonogiri saat ini tinggal satu orang. Pasien asal Kecamatan Slogohimo tersebut dalam kondisi sehat. Jika pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh, maka tidak ada lagi pasien positif Covid-19 di Wonogiri.

Sebenarnya masih ada dua pasien Covid-19 yang datanya dimasukkan daftar Kabupaten Wonogiri karena ber-KTP Wonogiri. Namun, keduanya terpapar di daerah lain dan dirawat di luar Wonogiri. “Yang satu beralamat Nguntoronadi dirawat di RS Bhayangkara Semarang dan satu lagi beralamat Ngadirojo dirawat di RS Moewardi Solo.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.