KONFERENSI VIDEO GANTIKAN UPACARA BENDERA UNTUK PERINGATI HARDIKNAS DI WONOGIRI

KONFERENSI VIDEO GANTIKAN UPACARA BENDERA UNTUK PERINGATI HARDIKNAS DI WONOGIRI

WONOGIRI — Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dengan menggunakan konferensi video. Kegiatan tersebut menggantikan upacara bendera yang digelar setiap memperingati Hardiknas. Hal itu dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan menerapkan physical distancing.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti, ada 1.300 daerah di Wonogiri yang mengikuti puncak kegiatan Hardiknas menggunakan konferensi video. Maka dari itu, ia meyakini bahwa peserta yang mengikuti lebih dari 2.000 orang. “Peserta terdiri dari tenaga pendidik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Wonogiri,” imbuhnya, Sabtu (2/5).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santoso dan anggota Komisi IV DPRD Wonogiri. Dalam kesempatan tersebut Edy menyampaikan bahwa siswa diharapkan untuk selalu meningkatkan prestasi. Sehingga perkembangan pendidikan di Wonogiri semakin maju, terlebih mereka merupakan generasi penerus Wonogiri.

Hingga saat ini, menurut Wabup, Pemkab Wonogiri masih terus berupaya untuk memberikan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu saat kuliah. Pada tahun 2020 ini diharapkan penerima penghargaan bisa mencapai 600 orang. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 416 orang.

“Anggaran yang kami persipakan sebanyak Rp 8,5 miliar. Setiap anak medapatkan beasiswa sebesar Rp12 juta dalam jangka waktu satu tahun. Kebijakan tersebut sebagai upaya mencapai salah satu panca program Pemkab Wonogiri, yaitu Pinter Rakyate, tambah Wabup

Sementara, melalui peringatan Hardiknas kali ini Disdikbud Wonogiri mentargetkan pada 2020 bisa memperoleh Ki Hajar Dewantara Award. “Dengan adanya pengembangan serta peningkatan konten pembelajaran dan pendidikan yang dibuat oleh tenaga didik Wonogiri, kami berharap kreativitas dan inovasi mereka bisa masuk nominasi Ki Hajar Dewantara Award,” kata Yuli.

Disdikbud Wonogiri memberi penghargaan terhadap perorangan dan lembaga yang memiliki dedikasi terhadap pengabdian dan komitmen mengadakan perubahan melalui bidang tugas pendidikan masing-masing. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta memajukan pendidikan dan kebudayaan yang ada di Wonogiri. Dalam penghargaan tersebut ada 14 kategori. Setiap perorangan dan lembaga yang mendapatkan penghargaan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

“Penghargaan tersebut kami berikan dalam rangka mengukur kreativitas murid dan tenaga pendidik. Sehingga dengan adanya pandemi Covid-19, tidak membatasi dan mengurangi mereka untuk berinovasi dan berkreativitas.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.