BUPATI NILAI COVID-19 BISA UBAH PERILAKU SEHAT WARGA WONOGIRI

BUPATI NILAI COVID-19 BISA UBAH PERILAKU SEHAT WARGA WONOGIRI

WONOGIRI – Adanya pandemi covid-19 dinilai memunculkan paradigma dan pola pikir baru bagi masyarakata di Kabupaten Wonogiri. Hal ini diungkapkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo usai memimpin Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Wabah Corona Virus di Ruang Girimanik Kompleks Setda, awal pekan ini. Sebab, selama ini masyarakat belum sepenuhnya memahami Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Munculnya covid-19 ini seperti menjadikan momentum untuk membangun dan mengedukasi masyarakat berperilaku hidup sehat. Selama ini mereka kan belum menjadikan hidup sehat sebagai habbit atau kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Kasus maraknya virus corona memang berdampak luas, tapi itu berkat publikasi yang terkesan terus menerus dan berkepanjangan. Beberapa kasus lain seperti HIV/AIDS, demam berdarah, dan penyakit kronis lain yang tinggi angka kematiannya seolah tidak terdengar lagi semenjak corona ini merebak.

“Kasus corona ini memang sedang pendemik, tapi kasusnya belum sampai pada kualifikasi angka kematian yang tinggi. Tapi saya melihat mampu membangun satu kesadaran publik. Inilah goal yang kita capai,” tambah Bupati yang biasa disapa Jekek ini.

Bupati Wonogiri menambahkan, Pemkab telah merekomendasikan untuk membentuk Posko Terpadu Covid-19 tingkat Kabupaten yang melibatkan semua unsur yang ada di daerahnya termasuk kalangan awak media. Pusat kendali informasi dan pelaporan COVID-19 tersebut bernama PSC GO-WESS 119 (Public Safety Center Go Wonogiri Emergency Service System) yang dipusatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Adapun nomer layanan yang bisa dihubungi di nomer 085291190330.

“Dengan adanya posko terpadu itu harapannya mampu memberikan edukasi atau pemahaman sehingga warganya tidak cemas dicekam ketakutan yang berlebihan. Namun tetap hati-hati dan waspada termasuk mengurangi kegiatan di luar rumah yang bersifat massal,” tandasnya.

Mengantisipasi penyebaran penyakit virus corona, kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan massa, apel, dan upacara memang dihimbau untuk ditiadakan. Pemkab juga sudah mempersiapkan diri menghadapi potensi penyebaran Covid-19. Pihaknya menyiapkan 23 ruang isolasi di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri. Selain itu menyediakan sarana perlindungan diri, seragam, masker, hand sanitizer dan sebagainya di rumah sakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan. Kantor pemerintahan pun mulai menunjukkan hal baru. Beberapa titik di kantor Sekretariat Daerah misalnya, kini dipasangi fasilitas hand sanitizer, yakni cairan antiseptik untuk pembersih tangan. Ini dilakukan dalam upaya mewujudkan ruang yang bersih dan sehat, sebagai upaya mengantisipasi pencegahan wabah corona. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.