ANTISIPASI COVID-19, TEMPAT WISATA DAN RUANG PUBLIK DI WONOGOIRI TUTUP TOTAL

ANTISIPASI COVID-19, TEMPAT WISATA DAN RUANG PUBLIK DI WONOGOIRI TUTUP TOTAL

WONOGIRI — Bupati Wonogiri, Joko Sutopo instruksikan destinasi wisata yang ada di Wonogiri, baik yang dikelola Pemkab, swasta maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tutup untuk sementara waktu.  Instruksi ini merupakan salah satu upaya antisipasi dalam menghadapi dampak virus covid-19 atau yang dikenal dengan corona. Sebab, tidak menutup kemungkinan penularan virus yang kini tengah mewabah di Jawa Tengah dapat ditularkan salah satunya melalui pusat-pusat keramaian dan obyek wisata. “Seluruh objek wisata di Wonogiri saya harapkan off. Bisa mulai hari ini atau besok,” tegas Bupati usai memimpin Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Wabah Corona Virus, Senin (16/3) di Ruang Girimanik Kompleks Setda.

Pemkab Wonogiri juga mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah selama seminggu untuk mengantisipasi penyebaran penyakit virus corona. Libur seminggu diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Wonogiri, mulai dari TK/PAUD, SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi. Para guru akan menyiapkan panduan atau tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. “Nah, apalah artinya mereka belajar di rumah selama satu minggu kalau akhirnya mereka bermain-main ke tempat wisata, bersingggungan dengan orang lain sehingga rentan terhadap penyebaran virus corona?” imbuh Bupati.

Selain menutup objek wisata, orang nomer satu di Wonogiri ini juga meminta ruang publik seperti Alun-alun untuk sementara harus bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tidak ada aktivitas apapun terlebuh dulu. PKL untuk sementara tidak diperbolehkan berdagang di Alun-alun. Dia meminta agar semua pihak tidak hanya berorientasi pada bisnis saja. Adanya penutupan ini merukan bagian dari strategi.

 “Saat pendemik terjadi, saat ruang publik tidak ada perubahan, maka orang melihat ah biasa saja. Nah, kalau sudah steril dari aktivitas, ada himbauan, kita pasang beberap alat peraga berupa spanduk himbauan, masyarakat akan melihat o terjadi sesuatu yang sangat khusus terkait covid. Ini sebagian strategi kita, agar mampu merubah cara pandang masyarakat. Kan nanti kalau sepi tidak ada aktivitas, masyarakat jadi bertanya, ada apa ini? Nah, kita ingin membangun kesadaran dari situ,” jelasnya.

Penutupan destinasi wisata dan ruang publik ini minimal berjalan selama seminggu.  “Saya ingin  melihat dulu seminggu ke depan, bagaimana dampak dan berkembangannya. Saya memang tidak ingin langsung menutup selama dua minggu, karena nanti orang pasti berhitung  Saya tidak mau Wonogiri ini seperti di Jakarta. Ketika obyek-obyek wisata Jakarta ditutup dengan hitungan dua minggu, di Bogor malah macet karena orang Jakarta berbondong-bondong piknik ke Bogor,” imbuhnya.

Bupati juga meminta agar takmir masjid, pengurus gereja, dan tempat peribadatan lainnya turut serta mensosialisasikan bahaya virus corona ini. “Takmir masjid, sebelum adzan bisa menyampaikanedukasi dan sosialisasi tentang corona ini berikut dampaknya pada masyarakat. Begitu juga pengurus gereja dan temoat ibadat lain. Dengan bahasa yang sederhana saja, Pakdhe, Budhe, Lur, ini lho ada kondisi seperti ini. Kalau semua masjid dan tempat ibadat lain melakukannya, malah lebih efektif akan sampai ke masyarakat tingkat bawah.”  (est)

 

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.