WISATA KULINER DI PASAR PAWESTRI YUK, PEMANDANGANNYA WADUK DAN GUNUNG

WISATA KULINER DI PASAR PAWESTRI YUK, PEMANDANGANNYA WADUK DAN GUNUNG

WONOGIRI – Wisata kuliner belakangan ini makin marak dan banyak diminati banyak orang. Berbagai jenis konsep wisata kuliner banyak ditawarkan. Salah satunya model kuliner ala Pasar Pawestri yang ada di Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Pasar Pawestri merupakan singkatan dari Pasar Ahad Enjang Song Putri atau pasar Minggu pagi Song Putri dalam bahasa Indonesianya.

Konsep pasar Pawestri ini berupa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah desa setempat dengan memadukan wisata alam dengan wisata kuliner. Wisata alam ada Waduk Song Putri dan Goa Song Putri sebagai penambah daya tarik pengunjung ke pasar Pawestri.  Pasar pagi tiap minggu ini berlokasi di sekitar waduk dan goa. Lokasi tersebut digadang-gadang mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan diresmikan Pasar Pawestri ini, semoga ke depannya dapat mendongkrak ekonomi masyarakat Desa Sindukarto,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat meresmikan Pasar Pawestri awal pekan ini.

Di tempat tersebut, pengunjung dapat menikmati indahnya panorama waduk dengan latar belakang pegunungan yang menjulang. Selain itu, bagi pengunjung lain yang sering berpetualang di dunia spiritual dapat mengunjungi situs Goa Song Putri. Dimana lokasi itu berada pada sebuah bukit yang persis berdiri disisi utara waduk yang dibangun sejak 1985 tersebut.

Sementara, Pasar Pawestri sendiri didirikan di tanah lapang sisi timur waduk. Jika, pengunjung menatap ke arah barat, maka akan terlihat tembok batu hitam yang berdiri kokoh. Di pasar itu, pengunjung bisa menikmati aneka jajanan dan makanan berbagai jenis, baik tradisonal maupun modern.

Camat Eromoko, Danang Erawanto mengatakan bahwa pasar Pawestri tersebut dibuka sudah hampir enam bulan lalu. Awalnya, pasar kuliner tersebut hanya sebulan sekali. Lantaran, minat pengunjung tinggi, maka pasar itu kemudian dibuka setiap hari Minggu pagi.

Danang menambahkan, pedagang yang berjualan di pasar kuliner tersebut merupakan warga setempat. Menurutnya, di wilayahnya masih banyak potensi alam yang belum digarap. Pihaknya mengaku terus mendorong masyarakat untuk lebih berdaya saing dan kreatif.

Seperti belum lama ini, dirinya mendorong sekaligus memfasilitasi masyarakat di Desa Pasekan dengan memanfaatkan hutan pinus yang diketinggian 600 mdpl untuk dikembangkan menjadi hutan wisata. Terbukti, wisata alam yang dilabel HP (Hutan Pinus) Pasekan kini menjadi jujugan para traveling dari berbagai kota.

“Masyarakat kami sangat antusias. Khususnya para pemuda (karang taruna), meski tidak ada dukungan dana desa mereka mampu membuat taman dusun. Bahkan, hampir setiap desa di Eromoko ini punya taman dusun,” tandasnya. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.