BUPATI : BACA TULIS DAN SAINS HARUS DIPERKUAT

BUPATI : BACA TULIS DAN SAINS HARUS DIPERKUAT

WONOGIRI – Dibutuhkan peningkatan budaya literasi untuk membendung dampak negatif kemajuan teknologi informasi dan globalisasi pada jaman sekarang. Perlu dipahami bahwa literasi bukan hanya tentang membaca atau menulis, bukan hanya tentang bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia.

“Maka budaya literasi penting agar budaya yang menjadi identitas bangsa tidak terganti dengan budaya barat. Semakin tinggi tingkat literasi suatu bangsa, menunjukkan tingkat kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global, yang saat sekarang ini sedemikian ketatnya,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat menggelar Sarasehan Remaja dan Pengukuhan Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Wonogiri, dan peluncuran taman baca di Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Minggu (1/3).

Pemerintah Kabupaten sendiri akan mengambil kebijakan untuk memperkuat budaya literasi dan agar budaya yang menjadi identitas bangsa tidak tergerus budaya asing. “Baca tulis dan sains harus diperkuat,” imbuhnya.

Pihaknya berencana menganggarkan dana yang cukup guna pengadaan buku dalam upaya pengembangan literasi. Pemerintah desa juga didorong untuk ikut menyukseskan upaya tersebut. Pasalnya, sudah banyak dusun yang sudah mempunyai tempat taman baca, tetapi buku-bukunya belum memadai.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wonogiri, Sriyono mengatakan, Indonesia mengalami krisis literasi. Hal itu diketahui saat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengumumkan hasil Programme for International Student Assesment (PISA) 2018.

Indonesia hanya menempati peringkat 62, jauh tertinggal dari Vietnam yang mampu menempati peringkat tiga dunia. Oleh karenanya, Sriyono berpendapat sudah saatnya meningkatkan budaya literasi di dalam masyarakat.

Seusai menggelar sarasehan, Bupati kemudian meluncurkan Pasar Ahad Wanci Enjang Song Putri (Pawestri) di sekitar Waduk Song Putri, Desa Sindukarto. Pasar yang buka setiap Minggu pagi itu menjajakan berbagai jajanan. Pengunjung bisa menyaksikan keindahan Waduk Song Putri sambil menikmati jajanan di pasar tersebut. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.