GUBERNUR AJAK PEMERINTAH DAN MASYARAKAT BERGERAK BERSAMA JAGA LINGKUNGAN

GUBERNUR  AJAK PEMERINTAH DAN MASYARAKAT BERGERAK BERSAMA JAGA LINGKUNGAN

WONOGIRI – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak pemerintah dan masyarakat bergerak bersama dalam mengurangi dan mencegah terjadinya dampak negatif lingkungan. Salah satunya dengan menanam bibit tanaman lebih banyak lagi. Menurutnya, bahan sekali lahan kritis di Wonogiri yang butuh tindakan luar biasa untuk mengatasinya. Bahaya tanah longsor, banjir, angin puting beliung, kekeringan di musim kemarau, dan lain-lain juga merupakan hal yang harus segera mendapatkan solusi pencegahan.

“Kita musti bergerak bersama, pemerintah saja tidak cukup. Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mengurangi kerusakan alam. Dengan tidak memotong tanaman saja, itu sudah sangat bagus,” ungkap Ganjar di sela-sela kegiatan penanaman bibit pohon di area embung Doho, Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Rabu (19/2).

Dikatakan Ganjar jika menanam lebih banyak pohon bisa dilakukan semua masyarakat secara bersama-sama, akan terjadi percepatan dalam mencegah krisis air. “Pesan saya untuk daerah yang kritis, sumber mata air harus dilakukan konvervasi yang serius. Dari data ada 40 lahan di Wonogiri ini yang rusak parah, maka jadi prioritas untuk dilakukan  konservasi, tapi itu belum yang tidak terdata. Kalau kita sudah mulai sambat kekurangan air, dan sebagainya ya ayo kita bangun bersama,” imbuhnya.

Ditambahkan jika kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Wonogiri beberapa lalu dengan kegiatan penanaman bibit pohon, juga merupakan salah satu kampanye untuk memulihkan kondisi lingkungan, mengantisipasi banjir dan kekeringan di Provinsi Jawa Tengah. “Maka hari ini kita gerakkan lagi. Saya mengajak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemprov, Pemkab, perusahaan, dan tokoh masyarakat juga ikut terlibat membantu. Ini merupakan bagian dari greget serentak kita untuk menanam, sehingga  sumber air bermanfaat untuk anak cucu kita.”

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai rangkaian Peringatan Hari Air Sedunia Tingkat Jawa Tengah yang acara puncaknya akan dilangsungkan pada tanggal 22 Maret 2020 nanti. Pemilihan lokasi di Desa Doho sendiri didasari karena Desa Doho berada  di DAS Keduang yang ditenggarai sebagai penyumbang tertinggi sedimentasi di Waduk Gajahmungkur. Untuk itu kiranya dengan penambahan tegakan akan mampu mengurangi tempasan air hujan yang mengakibatkan erosi tanah penyebab sendimentasi di Waduk Gajah Mungkur.

Sementara jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1.960 btg berupa bibit tanaman kayu, bibit tanaman konservasi (tabebuya, flamboyan, beringin, sengon, gayam) dan bibit tanaman produktif (kelengkeng, alpukat, durian, jambu kristal, jeruk, namgka, jambu air). Jumlah tersebut sebanyak 960 batang ditanam serentak di sekitar Embung Doho dan  1.000 bibit dibagikan pada masyarakat satempat. “Prioritas  pohon yang ditanam berupa beringin, aren, gayam, vetiver, bambu karena tanaman ini akan menahan daerah longsor dan bagus sekali untuk menahan air juga konservasi air.” (est)

 

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.