TEMPAT VIRAL DI WONOGIRI ITU BERNAMA JEMBATAN NUSANTARA

TEMPAT VIRAL DI WONOGIRI ITU BERNAMA JEMBATAN NUSANTARA

WONOGIRI – Wonogiri punya ikon selfie dan welfie baru. Yaitu sebuah jembatan berwarna merah putih yang berada di ruas Jalur Lingkar Kota (JLK) yang letaknya di Dusun Serut, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Meski sudah mampu menyedot banyak pengunjung dan viral di media sosial dalam sebulan ini, namun jembatan baru tersebut belum bernama. Peresmian infrastruktur yang diberi nama Jembatan Nusantara itu bertepatan dengan momen 4 tahun kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Joko Sutopo- Edy Santosa, Senin (17/2).

Menurut Bupati, pemberian nama Jembatan Nusantara bukan tanpa sebab. Ada pengharapan besar kepada semua generasi untuk selalu mengingat kebhinekaan bangsa. Bahwa negara ini tersusun dalam keberagaman yang indah. Kendati penuh perbedaan namun justru menjadi pemersatu negara dan bangsa. “Warna merah putih mengelorakan semangat persatuan dan kesatuan, kita satu dalam wadah NKRI, kita satu dalam Nusantara,” jelas Bupati.

Jembatan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari JLK itu, digadang-gadang membawa dampak positif bagi masyarakat. Dengan semakin lancarnya transportasi secara langsung bisa meningkatkan perekonomian. “Hadirnya ikon baru Wonogiri yaitu Jembatan Nusantara yang menjadi jembatan selfie, diharapkan mampu menambah daya tarik untuk berkunjung ke Wonogiri,” imbuhnya.

Proyek pembangunan JLK Wonogiri serta jembatan Nusantara ini total sepanjang 15,594 km digarap secara bertahap sejak mantan Bupati Begug Poernomosidi, mantan Bupati Danar Rahmanto sejak sekitar 15 tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, selama tahun 2019 JLK terselesaikan dengan tuntas dengan total panjang 5,033 km menelan anggaran Rp 56,126 miliar lebih yang berasal dari Banprov Jateng Rp 41,162 M lebih serta dana pemerintah pusat atau dana alolasi umum (DAU) Rp 14,964 M lebih.

“Banyak orang yang semula pesimistis JLK bisa selesai karena berganti Bupati hingga tiga kali, tapi hari ini bertepatan dengan genap empat tahun pengabdian Jekek-Edy bisa kita resmikan bersama,” katanya.

Pengguntingan melati tanda peresmian jembatan dilakukan istri Bupati Wonogiri drh Verawati Joko Sutopo dengan dididampingi Bupati, dan anak semata wayangnya Anugerah Baskoro Sutopo. “Hari ini tepat 4 tahun kami mengabdi menjadi hari sangat istimewa maka dalam acara ini saya juga mengajak isteri dan anak tercinta karena tanpa dukungan keluarga kami pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Pesan saya cuma satu, setelah ada jembatan ini ayo kudu diopeni bareng, untuk anak cucu kita nantinya. Kita harus merasa rumongso melu handarbeni dengan menjaga keberadaan jembatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.