RSUD WONOGIRI GELAR SIMULASI TANGANI PASIEN VIRUS CORONA

RSUD WONOGIRI GELAR SIMULASI TANGANI PASIEN VIRUS CORONA

WONOGIRI – Merebaknya pemberitaan tentang virus Ncov (Novel Corona) atau yang dikenal dengan virus corona, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri bertindak cepat. Simulasi penanganan kasus rujukan dalam kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus corona digelar di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, Kamis (6/2). Dalam simulasi ini, diperagakan bagaimana seolah-olah ada empat orang warga Wonogiri suspect virus corona menjalani perawatan di RSUD SMS Wonogiri. Bahkan, setelah menjalani observasi di rumah sakit plat merah itu, satu pasien suspect dirujuk ke RSUD Moewardi, Solo.

“Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan DKK dan RSUD SMS  Wonogiri dalam menangani rujukan kasus virus corona. Sebenarnya kita bukan rumah sakit rujukan, karena yang ditunjuk itu RS Moewardi, Solo disana kan peralatannya sudah lengkap. Ketika RSUD Moewardi penuh dan di sini terjadi wabah, maka rumah sakit di daerah harus siap melayani. Tapi, kalau belum penuh, setelah diobservasi di sini pasien kita rujuk ke sana,”  ungkap Plt Dirut RSUD SMS Wonogiri, dr. Setyorini, M. Kes.

Dalam simulasi tersebut, penanganan pasien suspect  virus corona selayaknya dilakukan dengan standarisasi yang telah ditentukan. Mulai dari penggunaan pakaian pelindung bagi petugas medis, perlakuan pada saat penanganan hingga ruang perawatan sudah dilengkapi dengan peralatan mumpuni. “Jadi, dalam kondisi apapun kita harus siap siaga. Apalagi dengan adanya virus corona ini,” imbuhnya.

Sementara Kepala DKK Kabupaten Wonogiri dr Adhi Dharma mengatakan dalam kegiatan simulasi penanganan kesiap-siagaan virus Corona, dirinya menggandeng sejumlah instansi lainnya dan lintas sektoral. Sebab, isu virus corona ini sudah menjadi isu nasional. Ia mengatakan simulasi tersebut dibuat empat adegan penanganan hingga proses rujukan baik dari rumah sakit, Puskesmas dan ada pasien yang datang sendiri ke RSUD Wonogiri.

Dia menyebut, dengan simulasi itu andaikata ada pasien suspect NCov di Wonogiri dapat segera tertangani. “Kita mencoba mensimulasikan kekuatan, baik peralatan kesehatan, aspek tenaga medis, SDM, kemudian potensi masyarakat juga digerakkan dalam penanganan dan kesiapsiagaan virus corona,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa tak hanya rumah sakit saja yang harus siap, namun seluruh faskes di Wonogiri diharuskan siap siaga untuk penanganan suspect. Hingga saat, lanjutnya, di Wonogiri belum ada laporan terkait adanya wabah tersebut. Dia juga mengimbau agar masyarakat berperilaku hidup sehat.

“Setelah simulasi ini akan kita lakukan evaluasi, SOP yang kita lakukan dalam penanganan suspect corona. Jadi nanti kita akan tahu yang kurang dimana, apa sarprasnya atau SDM-nya.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.