RSUD WONOGIRI TAMBAH FASILITAS ALAT PEMECAH BATU GINJAL

RSUD WONOGIRI TAMBAH FASILITAS ALAT PEMECAH BATU GINJAL

WONOGIRI – Guna meningkatkan pelayanan terbaik pada masyarakat, RSUD dr. Soediran Mangoen Sumarso (SMS) Wonogiri kini dilengkapi dengan sarana alat pemecah batu ginjal. Fasiltas yang dikenal dengan nama ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, SH bersamaan dengan apel besar peringatan HUT ke-64 RSUD dr. SMS Wonogiri, Senin (13/1) di halaman rumah sakit setempat.

“Fasilitas baru ini merupakan salah satu prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal, tanpa pembedahan. Hai ini  menjadi langkah maju untuk memastikan layanan kesehatan yang diberikan semakin modern dan memudahkan pasien. Mari kita maknai hal ini sebagai bagian dari upaya terus meningkatkan kualitas layanan untuk masyarakat,” kata Wabup membacakan sambutan Bupati Wonogiri saat memimpin apel yang diikuti karyawan-karyawati.

Sebagaimana menjadi bagian dari sejarah berdirinya RSUD dr. SMS dalam memastikan setiap warga masyarakat Kabupaten Wonogiri mendapatkan fasilitas yang terbaik, tahun demi tahun dilalui hingga memasuki usia yang ke-64. Dalam rentang waktu yang panjang, banyak perubahan, peningkatan dan perbaikan fasilitas yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Ditambahkan bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan dan prestasi yang berhasil diraih menjadikan RSUD dr. SMS menunjukkan capaian kinerja telah cukup baik. Akan tetapi tentu tidak serta merta menjadikan tugas segenap stakeholders pada RSUD dr. SMS Kabupaten Wonogiri selesai.

Wabup Wakil mengapresiasi RSUD dr. SMS yang mampu memperoleh penghargaan sebagai role mode unit pelayanan publik dengan kategori sangat baik. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2019. Rumah sakit itu juga meraih beberapa penghargaan lainnya.

“Pelayanan yang baik sebagai contoh. Patut diapresiasi, dipertahankan dan ditingkatkan. Senyum ramah harus selalu diberikan kepada masyarakat,” pesannya.

Sementara, Plt Direktur RSUD SMS Wonogiri dr. Setyarini, M.Kes menambahkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki RSUD SMS Wonogiri, banyak pasien di Wonogiri yang memiliki kasus batu ginjal dan saluran kemih. Hal itu kemungkinan karena kualitas air tanah dengan kandungan kapur tinggi sehingga memicu terjadinya batu ginjal dan saluran kemih. ESWL menurutnya lebih menguntungkan pasien yang memiliki aktivitas tinggi. Pasalnya, pasien tidak membutuhkan waktu lama untuk pemulihan, tidak ada luka, dan waktu tindakan relatif singkat, hanya 45-60 menit. (est)

 

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.