BUPATI INGATKAN PENTINGNYA MITIGASI BENCANA SEJAK DINI

BUPATI INGATKAN PENTINGNYA MITIGASI BENCANA SEJAK DINI

WONOGIRI – Petugas gabungan dari berbagai unsur lapisan masyarakat di Kabupaten Wonogiri melakukan apel kesiapsiagaan bencana dengan tema “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”. Dalam apel tersebut, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo meminta segenap unsur pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Linmas, PMI, Tim SAR, Forum Pengurangan Resiko Bencana, Satgas Lintas Organisasi, dan seluruh organisasi yang memiliki satuan siap-siaga bencana di Kabupaten Wonogiri menunjukkan komitmen dalam menghadapi kerawanan bencana yang mungkin muncul.

“Apresiasi kepada segenap unsur yang senantiasa mengedepankan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengingat kejadian bencana alam dapat terjadi kapanpun, di manapun, menimpa siapapun, dan terjadi baik pada musim penghujan, maupun musim kemarau, “ kata Bupati selaku pimpinan apel  dalam memberikan amanatnya, Selasa (7/1) di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri.

Ditambahkan bahwa bencana alam kekurangan air melanda Kabupaten Wonogiri pada musim kemarau lalu menimbulkan kerawanan kebakaran pemukiman warga dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selanjutnya pada musim penghujan, banjir, tanah longsor, angin ribut, pohon tumbang, mengakibatkan kerusakan pada sarana publik, maupun ranah pribadi, yang tentunya harus terus diwaspadai.

“Ada kecenderungan dalam masyarakat, yang seakan mengingkari dampak bencana, hingga munculnya bencana alam itu sendiri. Belum muncul kesadaran masyarakat, bahwa mencegah munculnya bencana alam harus diutamakan, lebih dari upaya penanganan dampak bencana itu sendiri. Prinsip mitigasi bencana sebagai rangkaian upaya mengurangi risiko bencana, baik lewat pembangunan fisik atau penyadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana, harus terus disosialisasikan.”

Sebagai ilustrasi, di tahun 2019 lalu di Kabupaten Wonogiri terjadi 39 bencana tanah longsor, 103 kejadian angin ribut/ cuaca ekstrim, 10 kejadian banjir, 23 kejadian kebakaran rumah, 33 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 2 kejadian tanah bergerak, serta 1 kejadian tanah amblas. Bencana tersebut selain berdampak kerugian fisik hingga ratusan juta rupiah, juga menelan korban jiwa. “Ilustrasi tersebut saya sampaikan agar kita semua menyadari arti penting mitigasi bencana,” imbuhnya.

            Bupati menegaskan akan mengambil langkah dan strategi tanggap darurat. Di antaranya penyampaian informasi perkembangan cuaca setiap hari dan secara periodik setiap ada perkembangan cuaca melalui jajaran birokrasi, relawan dan media. Kemudian  menyiapkan personil secara terpadu dengan melibatkan OPD teknis, unsur TNI, POLRI, unsur relawan FPRB, relawan desa dan dunia usaha. Juga menyiapkan perlatan tanggap bencana dan  logistik kebutuhan dasar korban dampak bencana.

Melalui apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam tahun 2020, Bupati berharap supaya dapat memperkuat kerjasama antar lini, membangun sistem penanggulangan yang terpadu, solid, untuk meminimalkan resiko dan dampak bencana di kemudian hari. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.