BUPATI WONOGIRI DAN 3 OPD TERIMA PENGHARGAAN APRESIASI PELAYANAN PUBLIK KATEGORI SANGAT BAIK

BUPATI WONOGIRI DAN 3 OPD TERIMA PENGHARGAAN APRESIASI PELAYANAN PUBLIK KATEGORI SANGAT BAIK

WONOGIRI – Bupati Wonogiri Joko Sutopo memperoleh penghargaan sebagai Pembina dan Pelayan Publik kategori sangat baik dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI, Tjahjo Kumolo, Selasa (5/11) malam. Selain Bupati, ada 3 unit pelayanan publik yang dievaluasi dalam penghargaan itu yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), dan RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri. Ketiga OPD di lingkungan Pemkab Wonogiri juga memperoleh penghargaan yang sama.

Tjahjo Kumolo mengatakan jika evaluasi pelayanan publik yang dilakukan untuk memberikan asistensi pada kekurangan yang ditemukan sehingga dapat diperbaiki. “Untuk mendorong terwujudnya clean and good governance, serta lebih kepada bagaimana pelayanan itu bermanfaat langsung bagi masyarakat. Sedangkan kepada yang sudah memperoleh nilai baik, sebaiknya tidak terlena dan berpuas diri karena sifat pelayanan publik selalu dinamis, mengikuti kebutuhan masyarakat. Jangan berhenti, ini bukan puncak. Terus kembangkan dan perluas pelayanan publik agar dapat bermanfaat langsung untuk seluruh masyarakat bukan komunitas tertentu saja,” ucap Tjahjo Kumolo, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11).

Wonogiri berada di wilayah III yang mencakup Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Provinsi Jateng. Hanya 15 kepala daerah di wilayah tersebut yang memperoleh nilai A- atau masuk kategori sangat baik. Yakni Gubernur DIY, Gubernur Jateng, Bupati Bantul, Banyumas, Cilacap, Gunung Kidul, Kulonprogo, Semarang, Sleman, Wonogiri, Walikota Semarang, Makassar, dan Yogyakarta.

Kepala Disdukcapil Wonogiri, Drs. Sungkono, MM mengungkapkan, upacara penyerahan penghargaan dilaksanakan di Jakarta, Selasa (5/11). Salah satu indikator yang menyebabkan Pemkab Wonogiri mendapat nilai A- (atau A Min) dalam mewujudkan pelayanan publik dengan prima adalah inovasi yang dilakukan Bupati maupun tiga OPD di atas “Tahun lalu, Disdukcapil dapat nilai B. Sekarang jadi A-. Mudah-mudahan, tahun depan dapat A atau masuk kategori pelayanan prima,” katanya, Rabu (6/11).

Salah satu inovasi yang diterapkan Disdukcapil Wonogiri adalah penggunaan aplikasi Telunjuk Sakti untuk mempermudah mengurus surat-surat kependudukan. Masyarakat bisa mengurus surat-surat tersebut melalui ponselnya. Adapun berkas-berkas fisiknya bisa dikirim lewat PT Pos Indonesia. “Itu sangat murah dan memudahkan. Tidak perlu jauh-jauh datang ke Wonogiri karena bisa dikirim lewat pos,” terangnya.

Kepala Dinas PMPTSP Wonogiri, Eko Subagyo menerangkan, Bupati memperoleh penghargaan atas keberhasilannya membina PMPTSP, RSUD, dan Disdukcapil sehingga dapat menyelenggarakan pelayanan publik kategori sangat baik.

Dia berharap Wonogiri tahun depan mendapat nilai A atau masuk kategori pelayanan prima. Untuk itu perlu peningkatan sarana dan prasarana. “Kalau sudah ada Mall Pelayanan Publik (MPP), nanti tidak hanya melayani perizinan, tetapi juga nonperizinan. Contohnya melayani perpanjangan SIM dan STNK. Mudah-mudahan bisa terwujud,” harapnya.

Sementara Direktur RSUD SMS Wonogiri Setyarini mengatakan, pihaknya juga meningkatkan pelayanan dengan menambah beberapa fasilitas. Antara lain menyediakan fasilitas trauma center, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (penghancur batu ginjal), Computerized Tomography Scan (CT Scan) dan pendaftaran online. “Kami juga memberikan pelayanan home care untuk penderita serius di rumah,” ujarnya. (HUMAS-est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.