POLRES WONOGIRI GELAR FGD

POLRES WONOGIRI GELAR FGD

Wonogiri –Kenakalan remaja merupakan salah satu tantangan yang cukup kompleks yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat. Aksi massa yang melibatkan remaja yang terbagung dalam perguruan pencak silat beberapa waktu lalu menjadikan kesadaran bagi semua pihak. Remaja dengan kelabilan emosi ternyata mudah meluapkannya ke dalam hal-hal yang merusak bahkan mengarah kriminalitas.Hal ini terungkap dalam FGD yang digelar di Ruang Girimanik Kompleks Kantor Setda Kabupaten Wonogiri, Selasa (18/6).

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menuturkan  Polres Wonogiri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari upaya mengarahkan mendukung kantibmas di Wonogiri. ” Sebagai salah satu tugas pokok dari polri yang diatur dalam undang undang. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengambil tema Meningkatkan Peran Perguruan pencak silat untuk mendukung kamtibmas di wilayah Kabupaten Wonogiri, ungkapnya.

“Mari kita melihat kedepan untuk mengambil peran yang lebih bermanfaat bagi organisasi maupun masyarakat secara luas. Kemarin kami telah melakukan perobohan /penertiban adanya tugu terkait peneggakkan perda. Terimakasih atas kerjasama dan dukungannya dari IPSI ketua perguruan silat di Kabupaten Wonogiri, ada sebagian besar dilakukan sendiri dan ada yang kami fasilitasi,” tegasnya.

“Kami akan mendorong budaya beladiri ini, melalui Pencak Silat ini bisa membawa nama baik Kabupaten Wonogiri dan membawa nama baik negara ini,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santoso mengatakan pihaknya tidak ingin situasi keributan pada saat bulan Ramadhan lalu terulang kembali.

“Mari bersama-sama saling memberikan masukan kepada kita, kepada anak – anak kita, kepada saudara saudara kita, baik PSH Teratai maupun PSH Winongo,” tegasnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Sulardi dalam paparannya menjelaskan perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi, banyak dilihat di TV kenakalan remaja berupa tawuran antar kelompok, pemerkosaan yang dilakukan pelajar dan pemakaian narkoba.

“Bentuk- bentuk dan perbuatan yang anti sosial antara lain anak yang berasal dari orang kaya, membolos sekolah saat jam pelajaran, kebut kebutan, membuat geng geng yang melanggar norma di masyarakat,” terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Drh. Verawati Joko Sutopo,Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Kepala Kesbangpol Kabupaten Wonogiri Sulardi,Wakapolres Wonogiri Kompol Adi Nugroho,Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santoso dan tamu undangan lainnya. (admin).

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.