TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT, 185 Orang IKUTI DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM

TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT, 185 Orang IKUTI DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM

WONOGIRI – Sebanyak 185 orang mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat Pengemudi Angkutan Umum di Kabupaten Wonogiri, Selasa-Kamis (17-19/11). Mereka akan menimba ilmu di bidang transportasi darat. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri Ismiyanto saat pembukaan Diklat di pendapa Kabupaten Wonogiri, Selasa (17/11).

Ismiyanto menambahkan bahwa  peserta dibekali kompetensi di bidang transportasi darat secara luas. Sebagian peserta juga merupakan siswa atau lulusan SMK, sehingga dDiklat itu diharapkan memberi peluang untuk bersaing di dunia kerja.

“Diklat bekerja sama antara Politeknik Transportasi Darat Indonesia dan Pemkab Wonogiri. Lokasinya di SMA 1 Wonogiri. Tenaga pengajarnya dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat Indonesia, Pemkab, dan Polres Wonogiri,” katanya.

Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia, Hindro Surahmat mengatakan, Kegiatan itu untuk meningkatkan kompetensi terutama putra-putri yang belum bekerja. Mereka akan memperoleh sertifikat seusai mengikuti Diklat. Sertifikat itu akan menunjukkan bahwa mereka mempunyai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Kementerian Perhubungan diberi tugas pembekalan dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk 155.000 orang. Sedangkan Politeknik Transportasi Darat Indonesia ditugasi Diklat pemberdayaan untuk 4.800 orang. Kami sudah menggelar 18 kali Diklat, dan yang ke-18 ini di Wonogiri,” ujarnya.

Ilmu yang mereka peroleh diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, kecelakaan biasanya berawal dari perilaku berlalu lintas yang tidak memahami tata tertib berlalu lintas. Ditambahkan bahwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi, sekitar 25.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Drs. Haryono MM mengatakan para peserta berkesempatan meningkatkan kompetensi untuk membantu mencari pekerjaan sesuai bidangnya. “Biasanya di luar negeri, kompetensi lebih diakui dari pada ijazah, karena keahlian sangat diperlukan di dunia kerja,” katanya.

Diklat tersebut diharapkan menjadikan peserta seperti seorang advance driver atau pengemudi profesional. Tidak hanya berpengalaman tetapi mempunyai ilmu dalam menjalankan profesinya. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.