PEMKAB GELAR RESEPSI HARI JADI WONOGIRI

PEMKAB GELAR RESEPSI HARI JADI WONOGIRI

WONOGIRI –Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar resepsi peringatan Hari Jadi Ke-277 yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (19/5). Acara ini dikemas dalam balutan nuansa budaya Jawa, tampak seluruh hadirin mengenakan pakaian adat beskap jangkep untuk pria dan kebaya dan berjarit untuk wanita. Tidak hanya soal pakaian, bahasa pengantar acara pun menggunakan  bahasa Jawa halus atau krama inggil.

Kemasan dengan kental adat Jawa kali ini mengandung makna untuk melestarikan budaya sekaligus mengenang kembali perjuangan Raden Mas Said Sang Pendiri Pemerintahan di Wonogiri, 277 tahun silam. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Wonogiri memiliki sejarah panjang, yang diawali dari perjuangan Raden Mas Said sekitar tahun 1741, yang menjadikan Bumi Perdikan NGlaroh, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, sebagai embrio berdirinya suatu pemerintahan kecil lepas dari keraton Kartosura.

Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Ke 277 Kabupaten Wonogiri, yang juga Sekda Kabupaten Wonogiri Suharno menyampaikan, rangkaian kegiatan hari jadi tahun ini yang telah dilakukan antara lain adalah pemecahan rekor MURI untuk pentas musik campursari selama 100 jam nonstop. Kata Suharno, karena bersamaan dengan bulan suci Ramadan 1439 H, acara puncak resepsi peringatan Hari jadi Kabupaten Wonogiri Tahun 2018, yang dikemas dalam forum silaturahmi ekskutif dan legislatif bersama tokoh masyarakat ini digelar sore hari, dan diakhiri dengan buka bersama.

Sementara itu, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya minta peringatan Hari Jadi Ke 277 Kabupaten Wonogiri kiranya dapat dijadikan momentum untuk introspeksi diri dalam upaya ‘gumregah’ (bangkit) membenahi langkah kebersamaan ‘sesarengan mbangun’ Wonogiri. Hal ini penting dilakukan, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wonogiri.

‘’Marilah kita ‘golong gilig’ (bertekad bulat) untuk ‘tiji tibeh’ (mukti siji mukti kabeh/ sejahtera satu sejahtera semua) guna mendarmabaktikan diri agar Wonogiri menjadi ‘tata tentrem kertaraharja’ (tenteram damai),’’ tegasnya. Ikut pula memberikan sambutan tokoh masyarakat Suprapto (mantan Sekda Wonogiri), Ketua DPRD Setyo Sukarno, Wakil Bupati (Wabup) Edy Santosa.

Bupati Joko Sutopo berkenan menyerahkan anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden kepada 20 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilai dedikatif dan tidak tercela. Perinciannya, sebanyak 13 orang PNS menerima anugerah Satya Lencana Karya Satya untuk pengabdian selama 30 tahun. Kemudian sebanyak 2 orang PNS untuk pengabdian 20 tahun, dan 5 orang PNS untuk masa pengabdian 10 tahun. Ikut mendampingi Bupati dalam penyerahan anugerah Satya Lencana Karya Satya ini, Wakil Bupati (Wabup) Edy Santosa, Ketua DPRD Setyo Sukarno, Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, Kapolres AKBP Robertho Pardede, Kajari Dodi Kelana bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Wonogiri.

Momen resepsi Hari Jadi Wonogiri kali ini ada nuansa berbeda dengan kehadiran keluarga (trah) almarhum Bupati Wonogiri pertama, yakni Wedana Gunung Wonogiri Raden Ngabei (RNg) Djoyosudarso, berkenan menyerahkan hibah bangunan gapura makam di Bukit Ambarwangi di Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi (25 kilometer arah selatan Kota Wonogiri). Penyerahannya dilakukan oleh Raden Ngaten (RNgt) Erna Normawati Widodo Putri (Asisten Pengawas Kejati Jateng) yang tampil mewakili trah Djoyosudarsan ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan kepada Kades Wonoharjo, Yulianto.

Ikut mendampingi Erna Normawati Widodo Putri, Ki Raden Resbanu Aprilianto Widodo Putro dan Raden Resitanto Widodo Putro. Mewakili trah Djoyosudarsan, Erna Normawati, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang telah peduli memugar makam tersebut. (admin)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.