PEMBANGUNAN EMBUNG, UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI RAKYAT

PEMBANGUNAN EMBUNG, UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI RAKYAT

WONOGIRI – Keberadaan embung ketika dikelola secara maksimal, dapat mendatangkan kunjungan wisatawan, sehingga secara otomatis pariwisata terdongkrak. Embung bukan hanya menjadi solusi kebutuhan air bagi pertanian. Embung ternyata bisa menjadi sarana mendongkrak sektor wisata suatu daerah. Hal ini diungkapkan Gatot Adjie Soetopo, pembina Yayasan Obor Tani mengungkapkan hal tersebut di sela peresmian Embung Doho Wonogiri dan Embung Banyu Kuwung di Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Kamis (19/4).

Dia mencontohkan keberadaan Embung Nglanggeran di komplek gunung api purba, Gunung Kidul, DIY. Pengelola tidak sebatas memanfaatkan air untuk irigasi. Melainkan menyulapnya menjadi spot selfie yang menarik. “Setiap akhir pekan, kunjungan selalu membludak,” imbuhnya.

Lantaran itu pihaknya selalu pelaksana pembangunan embung menyatakan, kedua embung bisa dikelola dengan baik. Terlebih Embung Doho dengan luas 1,5 hektare, bisa menampung 15 juta liter air menjadikannya embung ke 68 sekaligus terbesar yang pernah dibangun. “Kami percaya metode menabung air di musim hujan melalui embung, memberikan manfaat yang nyata. Baik bagi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, wisata, bahkan air baku PDAM. Sehingga potensi desa dapat diperkuat.”

 Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda Wonogiri Bambang Hariyadi, SH, MM mewakili Bupati Joko Sutopo mengapresiasi CSR yang dilakukan Coca-Cola Foundation. Ia menyebut, pembangunan embung sebagai upaya meningkatkan ekonomi rakyat. Dimana Embung Doho disebut sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada petani.

“Kami atas nama Pemkab Wonogiri mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini, embung di Doho ini merupakan embung yang terbesar di Wonogiri,” tandasnya.

Sementara Staf Khusus Kementerian PUPR Bidang Sumber Daya Air, Firdaus Ali berujar, embung juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Juga mendukung program strategis pemerintah terkait peningkatan ekonomi desa melalui pola pertanian berkelanjutan.

“Embung merupakan infrastruktur yang memanfaatkan proses pemanenan air hujan. Dengan menggunakan tampungan air di area terbuka, bekerja menggunakan prinsip irigasi gravitasi, tanpa pompa listrik maupun pompa BBM,” kata dia. (HUMAS-est)

 

 

 

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

2 Responses

  1. LalisaApril 28, 2018 at 11:44 pmReply

    bangun terus…. biar transportasi muda dan rakyat semakin sejahtera mencari nafkah

    • Author

      adminMei 8, 2018 at 1:12 amReply

      terimakasih mbak lalisa..sukses selalu

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.