KUNJUNGI WONOGIRI, JOKOWI AJAK MASYARAKAT OPTIMALKAN LAHAN KRITIS

KUNJUNGI WONOGIRI, JOKOWI AJAK MASYARAKAT OPTIMALKAN LAHAN KRITIS

WONOGIRI – Sistem menanam dengan teknik agroforesti dikampanyekan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Sabtu (15/2). Sistem agroforestri ini memadukan tanaman hutan dengan tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Hal itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri penanaman puluhan ribu bibit vetiver, porang, dan aneka tanaman buah lainnya di hulu Waduk Gajah Mungkur (WGM). Dalam kunkernya, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokow Widodo, Menteri Lingkungan Hiudp Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Saat sampai di lokasi, Jokowi langsung meninjau kawasan yang biasa terjadi sedimentasi. Usai berdialog dengan sejumlah warga, Jokowi langsung melakukan penanaman pohon di lokasi tersebut. “Yang paling penting ini, vetiver. Kombinasi antara sengon, vetiver, dan lainnya. Ini di tempat-tempat yang curam, di tempat-tempat yang mudah longsor, di tempat-tempat hulu yang fungsi mengikat tanahnya itu penting, ini yang harus ditanam. Vetiver nanti tiga sampai empat tahun akarnya bisa sampai tiga sampai empat meter dan mengikat tanah,” terang Jokowi.

Jokowi mengajak masyarakat bersahabat dengan alam sekaligus merehabilitasi lahan dengan penanaman pohon skema agroforestri yang memadukan penanaman tanaman kehutanan seperti vetiver dengan tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Ia juga menyarankan di sela penanaman vetiver juga ditanam tanaman-tanaman produktif seperti kelengkeng, alpukat, durian, sirsak, petai, dan lain sebagainya. Pola penanaman ini nantinya akan diterapkan di daerah-daerah lain yang masuk ke daerah aliran sungai untuk mencegah erosi dan sedimentasi ke waduk-waduk yang berada di sekitarnya.

Sebagai informasi Desa Jatisari merupakan bagian Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang yang menyumbang sedimentasi ke Waduk Gajah Mungkur. Sedimentasi itu pada akhirnya dapat memperpendek usia waduk dari yang diperkirakan sehingga dibutuhkan upaya pengendalian erosi dan sedimentasi melalui rehabilitasi hutan dan lahan.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan bahwa pada kunjungannya ke Wonogiri, Jokowi menyampaikan pesan bahwa lahan kritis harus dioptimalkan dan diberdayakan dengan varietas yang cocok. “Vetiver maupun tanaman keras lain yang lebih utama, bagaimana lahan kritis ini ke depan diberdayakan agar kerusakan atau sedimentasi daerah aliran sungai bisa diantisipasi,” katanya.

Ia mengatakan, diperlukan juga kesadaran dari masyarakat sekitar untuk mengoptimalkan lahan yang dianggap kritis dan tidak potensial. “Melalui momentum ini adalah bagaimana masyarakat punya pola pikir baru bagaimana lahan kritis kalau diberdayakan dengan varietas yang tepat maka akan punya nilai keekonomian yang sangat luar biasa,”  imbuh Bupati.

Sesuai dengan komitmen Presiden bahwa pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan mengalokasikan anggaran untuk pemanfaatan lahan di Wonogiri. “Ibu Menteri (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) akan mengalokasikan anggaran untuk lahan di Wonogiri karena kami punya Waduk Gajah Mungkur yang sekarang dalam kondisi kritis, maka perlu penanganan. Selama ini hulu juga tidak pernah disentuh, maka pemerintah akan melakukan program revitalisasi sekaligus normalisasi daerah aliran sungai dan menjaga aspek kemanfaatan Waduk gajah Mungkur,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini tepatnya ada seluas 88.000 hektar tegal yang ada di Kabupaten Wonogiri. Menurut dia, nantinya akan dilakukan verifikasi berapa persen yang masuk sebagai lahan kritis.”Yang pasti untuk penanaman ini diutamakan di daerah aliran sungai, untuk total pohon yang ditanam sebanyak 1,5 juta, ini disesuaikan dengan varietas yang ada.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.