MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN DI WONOGIRI

MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN DI WONOGIRI

WONOGIRI – Puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati di lapangan desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (15/11) bukan tanpa alasan. Jika di tahun-tahun sebelumnya, peringatan HPS diadakan di alun-alun Giri Krida Bhakti Kabupaten Wonogiri, yang merupakan pusat keramaian, maka di tahun ini sengaja dilakukan evaluasi.

“Peringatan HPS yang semula juga akan diadakan di alun-alun, sengaja kami lakukan perubahan. Sudah biasa jika di alun-alun, dan tidak berdampak apapun karena bersifat seremonial. Lalu kami mengambil satu kebijakan, jika digelar di daerah, akan membuka fakta riil, ini lho Wonogiri yang sebenarnya. Kecamatan Kismantoro dipilih karena masih membutuhkan perhatian khusus. Ada 4.980 masyarakat miskin di sini, angka kemiskinan tinggi, anak berkebutuhan khusus ada 175 orang, dan balita gizi buruk 25 orang. Kami ingin, kegiatan ini dampaknya bisa dirasakan masyarakat di Kismantoro,’’ ungkap Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat membuka HPS.

Tercukupinya kebutuhan pangan yang memenuhi kualitas dan kuantitas adalah pondasi untuk melangsungkan kehidupan dalam persaingan masyarakat global, agar masyarakat memiliki daya akselerasi dalam mewujudkan peningkatan pendapatan, pendidikan dan derajat kesehatan menuju kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah fokusnya pada sektor-sektor penyedia bahan pangan utama. Menuju kemandirian pangan di Wonogiri bukan hal yang mudah. Bagaimana komitmen pemerintah dalam mengalokasikan kebijakan dan programnya menuju kemandirian pangan, butuh kebijakan-kebijakan khusus.”

Mewujudkan pangan lokal menuju pangan sehat, sebagaimana tema HPS yakni “Mewujudkan Pangan Lokal-Pangan Sehat-Pangan Masa Depan Menuju  Kemandirian  Pangan  WonogirI ”, lanjut Bupati, butuh sinergisitas. Tahun ini dan tahun yang akan datang, ada alokasi DAK sebesar Rp 8 miliyar untuk membangunan insfrastruktur pertanian di Wonogiri. “Kami mulai merancang mekanisasi pertanian dengan mengadakan alat-alat pertanian untuk meringankan biaya operasional petani. Kami juga mengajak, yuk kita beri satu pemahaman melalui kepala desa dan perangkatnya, sampai ke tingkat RW dan RT  untuk memberikan inovasi-inovasi kebijakan yang bisa ditopang melalui dana desa. Tahun depan, seiring dengan dinaikkannya anggaran dana desa oleh pemerintah pusat, di Wonogiri per desa akan mendapatkan tambahan dana desa sebesar Rp 124 juta. Nah ini tinggal bagaimana pemanfaatannya, karena infrastruktur sudah jadi tanggungjawab Pemkab, maka dana APBDes ini bisa untk memperkuat sektor lain seperti posyandu dan kesehatan, agar desa punya otoritas kesehatan.”

Semenatara program keberpihakan Pemkab Wonogiri pada petani diwujudkan dalam kegiatan pengembangan mekanisme pertanian, pembentukan satuan tugas pengawasan pupuk, pengembangan desa mandiri benih, pengembangan usaha pangan masyarakat, pengembangan sentra tanaman buah, pengembangan sarana dan prasarana balai benih, dan peningkatan pengetahuan petani tentang manajemen pasca panen serta fasilitasi penguatan cadangan pangan masyarakat serta lembaga distribusi pangan masyarakat.

“Harapannya, dengan berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam bidang pertanian tersebut, mampu mengangkat produktifitas budidaya pertanian, meningkatkan pendapatan petani yang muara akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan,” pungkas Bupati. Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan beras sebesar 30 ton untuk masyarakat di Kismantoro. (HUMAS-est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.