PASAR BUNG KARNO BATURETNO SIAP DIMANFAATKAN

PASAR BUNG KARNO BATURETNO SIAP DIMANFAATKAN

Wonogiri-Di awal tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah berhasil merevitalisasi pasar tradisional Baturetno. Bangunan megah yang telah berdiri diatas lokasi pasar lama diberi nama Pasar Bung Karno. Pasar ini telah menelan dana pembangunan sebesar Rp. 50 milyar dengan proses pembangunan dimulai pada bulan Mei 2017 yang lalu. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan pembangunan pasar tradisional merupakan satu komitmen pemerintah mewujudkan salah satu Panca Program, yaitu Rame  Pasare. “Keberhasilan pembangunan Pasar Bung Karno merupakan satu wujud nyata kebersamaan, sinergitas antara pemerintah, pedagang pasar, yang terus mendapat dukungan dari Tim TP4D dari kejaksaaan negeri Wonogiri. Serta peran besar partisipasi seluruh masyarakat Wonogiri dalam satu semangat Sesarengan Mbangun Wonogiri,” tandasnya. Joko Sutopo menambahkan mengapa diberi nama Pasar Bung Karno, lebih pada satu niatan bahwa keinginannya untuk membangun kolektif ingatan nasionalisme kita. Joko Sutopo menambahkan, Bung Karno adalah seorang adalah pendiri bangsa ini, satu pribadi yang ikhlas, yang mengajarkan jika kita semua berbuat dengan ikhlas maka yakinlah kita akan mendapatkan satu keikhlasan itu yang bermanfaat bagi kita, kalo tidak kita maka yang akan menikmati tidak lain adalah anak cucu kita. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonogiri, Guruh Santosa mengatakan bahwa Pasar Bung Karno Baturetno terdiri dari pedagang berjumlah 1.271 orang dengan rincian kios 97 dan pedagang los pasar sebanyak 1.174 orang. “ Harapan kami bahwa nantinya pasar tetap bersih, ramai, dan pada akhirnya bisa melancarkan rejeki bagi masyarakat semuanya” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, Setyo Sukarno menyampaikan bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Wonogiri atas pembangunan pasar patut diapresiasi. “Selama berkarir hampir 18 tahun lamanya, di DPRD baru kali ini pembangunan satu proyek bisa menelan biaya lebih dari Rp. 50 milyar. Diharapkan penataan para pedagang nantinya dapat adil bagi seluruh pedagang dan tidak menimbulkan satu permasalahan,” jelasnya.  (kang utis-humas)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.