oleh

1.058 KPM PKH KECAMATAN WONOGIRI TERIMA BANTUAN SOSIAL

WONOGIRI_ Sebanyak 1.058 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kecamatan Wonogiri, Selasa (13/6) menerima bantuan sosial (bansos) non tunai.

Penyerahan bansos yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati tersebut sekaligus menjadi launching penyalurkan bansos melalui PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Wonogiri, mengingat sebelumnya pemerintah menggandeng PT.Pos Indonesia sebagai sarana penyaluran bansos PKH.

Kepala Dinas Sosial Wonogiri Suwartono menyampaikan Pemerintah Pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 51.053.980.000 untuk 26.483 Kepala KPM PKH. Dalam kurun waktu satu tahun, masing-masing KK akan menerima bantuan sosial sebesar Rp 2 juta yang akan disalurkan dalam empat tahap.

 1.058 KPM PKH  KECAMATAN WONOGIRI TERIMA BANTUAN SOSIAL

Untuk pencairan tahap I Dinsos bersama BNI, para Pendamping, Koordinator, serta Operator PKH se-Kabupaten Wonogiri mengupayakan penyaluran selesai sebelum Lebaran.

Setelah kecamatan Wonogiri, ditargetkan pada tanggal 18 Juni telah selesai disalurkan bantuan bagi 2.475 KK di Kecamaran Pracimantoro, 2.260 KK di Kecamatan Purwantoro, dan 2.434 KK di Kecamatan Kismatoro.

“Prosedur penyaluran bantuan sosial nontunai ini menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sekaligus berfungsi sebagai kartu ATM.”ujarnya

Suwartono mengatakan penggunaan KKS untuk mengenalkan masyarakat pada aktivitas perbankan. Selain dapat diambil sewaktu-waktu melalui tarik tunai, KKS juga dapat digunakan untuk belanja khususnya di warung gotong-royong yang dikenal dengan  e- warong.

Rencananya akan berdiri 60 e-warong di seluruh kabupaten. Sementata BNI sendiri selaku bank penyedia layanan telah menyiapkan 14 ATM, 20 agen, dan 149 agen BNI 46 yang siap melayani masyarakat yang hendak memanfaatkan dana bantuan sosial ini.

 1.058 KPM PKH  KECAMATAN WONOGIRI TERIMA BANTUAN SOSIAL

Pemkab Wonogiri sudah menyiapkan program untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan

Sementara itu Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dalam sambutannya menyadari betul bahwa kemiskinan adalah masalah serius yang dihadapi Kabupaten Wonogiri dimana Wonogiri masih  menempati urutan tertinggi se-Soloraya.

“Bantuan pemerintah, baik bantuan tunai maupun non tunai sebenarnya tidaklah cukup untuk memerangi kemiskinan.”katanya

Bupati menyebutkan Pemkab Wonogiri sudah menyiapkan program untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan masyarakat dengan fokus pada  3 komponen program pendampingan PKH, di bidang kesehatan, bidang sosial kemasyarakatan yang meliputi difabel dan lansia, serta di bidang pendidikan.

Lebih lanjut Bupati Joko Sutopo  mengatakan  seluruh komponen pemkab akan terus fokus mempersiapan program pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan gratis di tahun 2018, serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk bersekolah dan berobat apabila sakit. (Humas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama