Pangsa Pasar Batik Wonogiren Masih Terbuka Lebar

Pangsa Pasar Batik Wonogiren Masih Terbuka Lebar

WONOGIRI_Bupati Wonogiri mengungkapkan pangsa pasar Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Wonogiren masih terbuka lebar. Tercatat ada 10775 (Aparatur Sipil Negara) ASN dan ratusan aparatur desa serta karyawan rumah sakit  di Kabupaten Wonogiri yang berpeluang menjadi sasaran pemasaran Batik Wonogiren.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo  pada Rapat Koordinasi (rakor) bersama jajaran pejabat di lingkungan Setda Wonogiri,  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta IKM Batik Wonogiren  di Ruang Gunung Gandul Setda, Selasa (14/3).

Pangsa Pasar Batik Wonogiren Masih Terbuka Lebar

Rakor tersebut melibatkan 15 pengusaha batik Wonogiren dan menjadi tindak lanjut bagi penandatangan  surat pernyataan  kepeminatan kerjasama antara pemilik usaha kesehatan dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Wonogiri. Penandatangan telah berlangsung pada acara Temu Usaha Peringatan HUT Dekranas ke 37 di Pendopo Rumah Dinas Bupati (3/3) yang lalu.

Pada rakor tersebut Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan di era kepemimpinannnya mengemban visi menjadikan Wonogiri  menjadi wilayah yang memiliki daya saing melalui potensi yang dimiliki. Daya saing bukan hanya pada aspek ekonomi tetapi juga sumber daya manusia.

“Melalui Dekranasda pemerintah sudah mendorong dengan upaya konkrit melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang bisa menjadi ruang pemasaran bagi produk UMKM,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk  memberikan  ruang ekonomi  seluas-luasnya dan menggerakkan perekonomian berbasis kerakyatan. Ada 10775 ASN di Kabupaten Wonogiri belum aparatur desa, yang menjadi potensi strategi jika bisa dikelola dengan baik.

“Kita bicara pada basis kemitraan bisnis dan simbiosis mutualisme, seluruh potensi di pemkab sudah selayaknya menghidupkan UMKM di Kabupaten Wonogiri, pemerintah telah memfasilitasi tinggal sekarang bagaimana kesiapan pelaku UMKM.”tambahnya.

Bupati  mendorong pelaku Usaha saha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik untuk jeli memanfaatkan peluang ini dan mengambil posisi sebagai profesional.  Pelaku UMKM juga diharapkan dapat menawarkan varian produk batik dengan kualitas dan harga kompetitif sesuai dengan ASN yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Kabupaten Wonogiri Bambang Haryadi menambahkan keberadaan karyawan rumah sakit di Kabupaten Wonogiri menjadi potensi yang luar biasa untuk pangsa pasar batik. Sebagai contoh di RSUD sendiri ada sekitar 600 karyawan, belum ditambah rumah sakit dan klinik swasta lainnya.(humas_mon)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.