oleh

Sarasehan Momong Cerdas Bagi Orang Tua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonogiri, Jumat (10/3) menyelenggarakan Sarasehan Momong Cerdas bagi Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Wonogiri.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, acara ini dihadiri Verawati Joko Sutopo, istri dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam kapasitasnya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Suwartono, TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Wonogiri, Tenaga Kontrak Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Wonogiri, dan orang tua yang memiliki anak difabel di Wonogiri. Dalam acara ini, Sri Hartaningsih dan Agoes Widhartono dari Kelompok Perspektif Yogyakarta menjadi narasumber.

verawati joko sutopo dalam sarasehan momong cerdas

Acara ini diselenggarakan atas dasar pemikiran bahwa mengembangkan potensi anak-anak difabel dibutuhkan kepedulian yang besar dari semua pihak, terutama orang tua.

Apresiasi Verawati Joko Sutopo Cetuskan Program Momong Cerdas

Menurut Verawati, salah kaprah jadinya kalau hanya anak saja yang didorong untuk berprestasi tanpa mendorong orang tuanya untuk momong dengan cerdas. “Kami punya program momong cerdas.

Momong cerdas adalah instrumen untuk mendorong anak-anak menjadi anak cerdas dan hebat. Dibalik anak-anak yang hebat, pasti ada orang tua yang berhasil momong, dalam hal ini orang tua anak-anak berkebutuhan khusus” kata Verawati.

Sri Hartaningsih selaku narasumber, dalam paparannya menekankan betul pentingnya penerimaan orang tua atas diri anak yang utuh terlepas dari kekurangan mereka.

“Penerimaan dan pengakuan keluarga menjadi dasar utama keberhasilan anak difabel dalam mengembangkan rasa percaya diri dan menggali potensinya,” kata Hartaningsih.

kepala dinas sosial wonogiri

Kebanyakan yang terjadi adalah para orang tua yang mempunyai anak difabel merasa malu dan enggan membawa anaknya keluar, serta tidak optimal dalam mendidik anak-anaknya, termasuk membatasi ruang gerak mereka untuk mengembangkan diri dan berkreasi.

Hartaningsih juga menekankan bahwa hak setiap anak, baik yang “normal” maupun yang berkebutuhan khusus adalah sama. “Hak mereka semua sama, kebutuhan mereka akan kasih sayang dan pendidikan juga sama, tetapi cara pemenuhannya saja yang berbeda.

Ini harus jadi perhatian orang tua anak difabel. Penerimaan panjenengan semua atas keutuhan diri anak panjenengan yang akan membuat mereka percaya diri dan akan membuat mereka berhasil kelak,” kata Hartaningsih menegaskan.

Pada kesempatan ini, Agus Widhartono menyampaikan materi tentang pentingnya berseni bagi anak difabel.

“Kita tidak bicara produk seninya, tetapi proses berseni ini sendiri menjadi tahapan pengembangan potensi mereka.

Entah itu menggambar, menyanyi, membuat bentuk patung atau kerajinan, jangan bicara produknya, tapi galilah potensi anak-anak kita yang luar biasa ini,” ujar Agoes.

momong cerdas wonogiri

Pertama Kali Di Gelar Di Kabupaten Wonogiri

Acara semacam ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Wonogiri. Karenanya Verawati berharap diadakannya acara ini akan dapat menggali kebutuhan para kaum difabel dan mendorong kepedulian pemerintah berserta jajarannya untuk memberi perhatian khusus bagi pemenuhan hak para kaum difabel.

“Ini adalah kali pertama TP PKK mengadakan acara untuk memanggil orang tua anak-anak difabel di Kabupaten Wonogiri. Diharapkan pertemuan ini menjadi batu loncatan untuk kami menggali lagi apa to yang menjadi kebutuhan para kaum difabel yang harus kita beri perhatian,” demikian disampaikan Verawati.

Acara ini ditutup dengan focus group disscussion (FGD) untuk sharing dan berdiskusi antara TP PKK kabupaten, TP PKK Kecamatan, TKSK, dan para orang tua kaum difabel. (Essa – Diskominfo Wonogiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Utama