Bappeda Dan Litbang Kabupaten Wonogiri Sosialisasikan SDGs

Bappeda Dan Litbang Kabupaten Wonogiri Sosialisasikan SDGs

Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri melaksanakan kegiatan sosialisasi SDGs kepada seluruh OPD di Kabupaten Wonogiri ( Kamis,10/8/2017). Tujuan kegiatan ini salah satunya mensukseskan program bupati wonogiri yang tercakup dalam panca program.

Ir. Sri Jarwadi, M.M selaku Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya menjelaskan pentingnya SDGs bagi program pembangunan di Kabupaten Wonogiri. Adapun Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan agenda global menggantikan Millennium Development Goals (MDGs), yang sudah mengubah wajah dunia dalam 15 tahun terakhir. Dunia yang semakin kompleks menempatkan agenda global ini menjadi kebutuhan seluruh dunia termasuk Wonogiri.

sosialisasi SDGs Bappeda wonogiri 1

Tujuan SDGs mencakup skala universal, dengan kerangka kerja yang utuh dalam membantu negara-negara di dunia menuju pembangunan berkelanjutan, melalui tiga pendekatan, yakni pembangunan ekonomi, keterbukaan dalam tatanan sosial, serta keberlangsungan lingkungan hidup.

Drs. Indiarto Edi, M.Pd selaku Kasubid Pendidikan Mental dan Spiritual Bappeda Provinsi Jawa Tengah dalam paparannya menjelaskan beberapa hal menyangkut keberadaan kondisi pendidikan utamanya di wilayah Jawa Tengah.

“Saat ini capaian target MDGs belum begitu maksimal, usia 0 -35 tahun merupakan usia jumlah tertinggi, jika tidak didorong dengan kebutuhan gizi, dukungan pendidikan yang baik tentunya akan menghasilkan generasi yang tidak kita harapkan”. Terangnya. Ada anak berkebutuhan khusus belum terlayani dengan baik dalam hal pendidikannya.

DR. M AMIRUDDIN, tim ahli sekretariat SDGs Jateng dan juga dosen Fakutas ILMU BUDAYA UNDIP menjelaskan dampak yang diharapkan dari SDGs ini antara lain :

  1. Pengurangan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan yang merata, mata pencaharian dan pekerjaan layak
  2. Akses merata kepada pelayanan dan jaminan sosial
  3. Keberlanjutan lingkungan dan mempertinggi ketahanan terhadap bencana
  4. Pemerintahan yang ditingkatkan kualitasnya dan akses merata kepada keadilan bagi semua

Secara filosofis pembangunan berkelanjutan bermakna saling menghormati, menghargai, inklusif, dan berlaku adil. Dalam hal ini, tujuan pembangunan tidak hanya untuk saat ini dan hanya bagi golongan tertentu tapi juga memperhatikan keberlangsungan antar generasi dan menjaga keseimbangan dengan alam dan makhluk hidup lain. Adapun keadilan berarti pencapaian pembangunan di satu sisi tidak boleh mengorbankan tujuan lainnya.

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.