KEJURNAS GANTOLE DITUTUP, ATLET SUMATERA BARAT UNGGUL

KEJURNAS GANTOLE DITUTUP, ATLET SUMATERA BARAT UNGGUL

WONOGIRI – Kejuaraan nasional gantole Race to Goal Seri I tahun 2018 yang digelar di loading area Puncak Joglo, desa Sendang, Wonogiri resmi ditutup. Upacara penutupan secara resmi dilakukan di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri, Minggu (9/9) malam. Bupati Wonogiri diwakili Assisten I Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejehteraan Rakyat, Drs. Edi Sutopo M.Si menutup kegiatan sekaligus memberikan pengargaan kepada para pemenang.

Para atlet asal Sumatera Barat berturut-turut menyabet gelar juara I, II, dan III untuk kelas A Advan.  Sementara kategori B,  juara I dari Jawa Tengah,  juara II dari Jawa Timur, dan juara III dari Jawa Tengah.

Menurut Abdul Mustofa, pengurus FASI Jawa Tengah, kejurnas gantole dilaksanakan 4-8 September 2018 lalu. Kondisi Wonogiri yang memadai, membuat kelas A advan bisa dilombakan. Kelas A merupakan ekstra cepat 80 kilometer perjam adalah kelas bergengsi.

“Harapan kami untuk sport landing nantinya perlu diperbaiki lagi seperti pepohonan dan batu-batu yang besar perlu ditata lagi. Ke depan masih banyak fasilitas yang harus dipersiapkan Wonogiri untuk nomor nomor tertentu sehingga macam lomba bisa lebih banyak. Seperti lokasi landing yang harus lebih terbuka dan lebih luas, juga landasan peluncuran masih kurang lebar. Agar olahraga ini lebih terkenal ditempuh dengan membuat video dan bisa diupload di facebook maupun youtube,” katanya.

Secara sejarah, Wonogiri termasuk tonggak sejarah gantole dan paralayang.  Tahun 1994 pertama kali diadakan even gantole yang diikuti sekitar 60 atlit gantole dari berbagai negara. Di Wonogiri pula lahir rekor jarak tempuh gantole 100 kilometer yang belum terpecahkan sampai sekarang. Selain itu, masih ada sejumlah rekornas yang dicetak di Wonogiri sampai sekarang belum terpecahkan, yakni croos country 100 km dan lama terbang di udara selama 6 jam.

“Wonogiri sangat erat dengan gantole Secara reguler perlu ditingkatkan frekuensi pelaksanan kegiatan ini. Olah raga gantole mempunyai dua sisi yaitu olah raga itu sendiri dan wisata,” terang dia. (HUMAS-est)

 

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.