BUPATI MINTA DESA LEBIH INOVATIF

BUPATI MINTA DESA LEBIH INOVATIF

WONOGIRI – Setiap desa diminta saling bekerja sama melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki. Dengan cara itu, pengelolaan potensi desa akan lebih feasibel   (mudah dikerjakan). Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Harlina Sulistyorini.

“Setelah berinovasi, perlu pendampingan agar desa-desa saling bekerja sama. Sebab, pengelolaan potensi ekonomi akan lebih feasibel ketika bekerja sama,” katanya saat menghadiri Bursa Inovasi Desa di GOR Giri Purna Bhakti Kabupaten Wonogiri, Kamis (8/11).

Kerja sama itu dapat dilakukan antar-BUMDes. Dia mencontohkan, beberapa desa di Kecamatan Paranggupito telah membentuk BUMDes Bersama yang dinamai BUMDes Patriharjo. BUMDes tersebut merupakan gabungan dari Desa Paranggupito, Gudangharjo, Gunturharjo, dan Sambiharjo.

Di Kecamatan Girimarto juga ada BUMDes Lenggar Bujogiri yang merupakan gabungan antara Desa Waleng, Semagar, Bubakan, Selorejo dan Girimarto. “Di Kabupaten Kendal juga ada BUMDes Bersama yang mengangkat potensi budi daya jambu getas merah, sehingga sekarang semakin maju. Saya berharap agar kerja sama antardesa itu berkembang ke desa-desa lain,” harapnya.

Di samping itu, BUMDes didorong untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan agar memaksimalkan potensi produk unggulannya. Beberapa desa sudah menggelar kerja sama budi daya kacang tanah dengan sebuah perusahaan besar makanan berbahan baku kacang.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menerangkan, kabupaten tersebut mempunyai 251 desa. Namun belum semua desa membentuk BUMDes. Adapun BUMDes yang sudah ada juga belum maksimal dalam mengolah potensi desanya.

Bupati meminta agar desa lebih inovatif. Dia mencontohkan, beberapa petani di Kecamatan Selogiri telah berinovasi menanam cabai di musim kemarau. Hasilnya luar biasa karena satu hektare lahan bisa menghasilkan Rp 120 juta. “Tetapi itu tidak diikuti petani lainnya. Lahan di sekelilingnya yang luasnya berhektare-hektare tetap kering,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga menjadi satu langkah maju bagi masyarakat Kecamatan Paranggupito dengan dilaksanakannya penandatanganan kerjasama antara BUMDesa Bersama dengan PT Dua Kelinci, kerjasama dalam bidang pemanfaatan dan pengelolaan hasil tanaman budidaya kacang tanah.  (HUMAS-est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.