TINGGI, ANIMO FESTIVAL JANGAN LOMBOK

TINGGI, ANIMO FESTIVAL JANGAN LOMBOK

WONOGIRI – Menyongsong Peringatan HUT RI ke-73, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan bernuansa pelestarian seni dan budaya tradisional serta membangun rasa bangga dengan kearifan lokal. Festival Karawitan pelajar dan festival jangan lombok digelar Selasa, (7/8) di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya adiluhur bangsa.

            Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Suharno, S.Pd, M.Pd selaku ketua panitia, festival karawitan pelajar digelar yang digelar Selasa untuk tingkat Sekolah Dasar dari 25 perwakilan kecamatan se-Wonogiri. Sementara untuk hari Rabu (8/8), festival karawitan untuk tingkat SMP dan SMU. Sementara, kekayaan kuliner yang ada di Wonogiri yaitu ‘Jangan Lombok’ juga turut menyemarakkan.

            ‘Jangan’ merupakan bahasa Jawa yang berarti sayur, sedangkan lombok ijo berarti cabai keriting berwarna hijau. Jangan Lombok Ijo merupakan masakan berkuah atau sayur bersantan yang berbahan dasar potongan-potongan cabai hijau besar dan dipadukan dengan irisan cabai rawit, tempe atau tahu dan petai sebagai bahan pelengkap. Jangan Lombok ini merupakan makanan khas masyarakat Wonogiri sejak zaman nenek moyang.

            “Jumlah peserta lomba masak jangan lombok ini mencapai lebih dari 50 tim, jumlahnya melebihi target sebelumnya yang hanya 40 tim. Animo peserta luar biasa. Peserta tidak hanya dari perwakilan OPD saja, seluruh Perusda dan Bank-bank yang ada di Wonogiri juga turut berpartisipasi mengikuti komba,” imbuh Sekda.

            Sementara, Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, SH saat membuka acara mengatakan bahwa adakah tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan kekayaan ragam budaya dan seni tradisi yang tidak hanya menjadi warisan budaya nasional, tetapi telah menjadi kekayaan khazanah budaya dunia.

            “Begitupun dengan Festival ‘Jangan Lombok’, yang menjadi kekayaan kuliner di Kabupaten Wonogiri. Ketika berbagai pihak berlomba-lomba membangun kearifan lokal sebagai aset, sudah sepantasnya jika di Kabupaten Wonogiri juga melakukan hal yang sama. Karena masih ada begitu banyak kuliner khas Wonogiri yang unik, dan belum banyak dunia luar yang mengetahui,“ imbuh Wabup.

Juara 1 festival jangan lombok diraih TP PKK Kabupaten Wonogiri, disusul juara 2 dari Kecamatan Giriwoyo, dan Juara 3 dari BNI Wonogiri. Pemandangan menarik dalam festival tersebut datang dari Kecamatan Eromoko yang menyajikan ‘jangan lombok rempah manuk emprit’. Manuk emprit (bahasa Jawa) atau burung pipit ini diolah dengan bumbu rempah dan dimasak bersama jangan lombok. Burung pipit olahan ini tekstur dagingnya lembut, tidak kasar, dan nglawuhi atau cocok dijadikan lauk. (HUMAS-est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.