PENIADAAN RONDA MALAM, INI ALASANNYA

PENIADAAN RONDA MALAM, INI ALASANNYA

WONOGIRI – Pemkab Wonogiri mengimbau warga agar tidak melakukan ronda malam secara berlebihan. Hal ini telah tertuang dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada para Camat se-Wonogiri. Peniadaan kegiatan ronda malam di setiap kampung menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan peniadaan tersebut dimaksudkan agar warga tidak berkerumun dan menerapkan physical distancing di tengah pandemi Covid-19.

“Secara subtansi, kegiatan ronda bagus kerena merupakan bagian dari kultur masyarakat. Tetapi pelaksanaannya harus pada momentum yang tepat. Jika dilakukan saat pendemi Covid-19, sesuai fakta di lapangan, justru menimbulkan kerumunan,” beber Bupati, Selasa (5/5).

Kenyataannya, banyak warga yang tidak mererapkan physical distancing saat ronda malam. Warga masih suka beramai-ramai, berkumpul dan bergerombol semalaman di gardu Kamling (Keamanan Lingkungan). Dengan bergerombol di gardu Kamling, dikhawatirkan dapat berpotensi sebagai media penularan wabah corona. Selain itu, imunitas tubuh bisa menurun. Karena banyak laporan yang masuk kepada dirinya bahwa ada warga yang ronda hingga pukul 02.00 WIB-03.00 WIB.

“Covid-19 bisa menular kepada siapa saja. Salah satu yang diserang yaitu orang yang mempunyai fisik atau imunitas lemah. Salah satu penyebab imunitas menurun yakni aktivitas dan mobilitas yang berlebihan. Jika warga ronda hingga larut malam, bahkan sampai pagi, maka kami mengkhawatirkan kondisi tubuhnya,” imbuhnya.

Maraknya kegiatan ronda saat ini, menurut dia, adanya isu karena kebijakan asimilasi nara pidana. Selain ronda, warga juga ramai-ramai membuat palang portal di gerbang jalan-jalan dusun, untuk pengamanan lingkungannya masing-masing. Ini sebagai langkah antisipasi menyusul isu tentang kemunculan pencuri di sejumlah tempat, pasca dilepaskannya sejumlah napi yang menjalani asimilasi. Dengan adanya kebijakan tersebut seolah angka kriminalitas marak dan meningkat. Pada fakta di lapangan angka kriminalitas tidak mengalami peningkatan.

“Kami memaklumi reaksi masyarakat terhadap keamanan saat ini, tetapi jika ronda dilakukan secara berlebihan justru akan menimbulkan risiko. Yang kami cegah itu bukan kegiatan rondanya, tetapi metodologi menjaga keamanan dan ketertiban. Kewaspadaan tidak harus dilakukan di luar rumah, bisa dilakukan di dalam rumah. Jika terjadi sesuatu, bisa diinfokan melalui alat komunikasi [handphone]” tambah Bupati.

Saat ini, pihaknya telah memerintahkan aparat kepolisian agar setiap anggota Polsek dan Koramil melakukan patroli rutin di atas pukul 22.00 WIB. “Kami tegaskan agar warga tetap di rumah, berjaga dari rumah, tetapi harus tetap waspada. Patroli menjadi tugas aparat kepolisian dan TNI. Sehingga keamanan, ketertiban dan kesehatan semua pihak terpenuhi. Patroli ini bergerak di setiap desa di 25 kecamatan yang ada di Wonogiri.” (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan