oleh

Penyuluh Pertanian Diharapkan Bantu Petani Kembangkan Agribisnis Cabe

WONOGIRI – Cabe merupakan salah satu komoditas strategis yang ditetapkan sebagai bahan pangan pokok selain beras, keledai, dan jagung. Selain itu cabe juga merupakan bahan pangan tak tergantikan.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, harga cabe di seluruh wilayah Indonesia tergolong tinggi dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah telah melakukan upaya salah satunya gerakan penamanan 50 juta cabe oleh Menteri Pertanian.

“Gerakan tersebut jika tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM aparatur penyuluh pertanian tentu tidak berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tingkatkan Pengetahuan Pengembangan Budidaya Cabe Di Wonogiri

Pengetahuan masyarakat dalam budidaya cabe khususnya di Wonogiri masing kurang dan cenderung tradisional,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonogiri, Rumanti Permanandyah, SH, MM saat membuka Diklat Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Cabe, Rabu (5/4).

Pemkab Wonogiri menggandeng Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan menyenggarakan diklat teknis tersebut untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh pertanian yang ada Di Wonogiri dalam pengembangan agribisnis tanaman tersebut.

“Peran penyuluh pertanian sangat penting dalam agribisnis tanaman cabe ini. Harapan kami penyuluh pertanian meningkat pengetahuan dan keterampilannya, sehingga dapat membantu petani dalam mengembangkan agribisnis tanaman cabe.”

Selanjutnya, sebanyak 30 penyuluh pertanian di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri akan mengikuti diklat teknis pengembangan agribisnis tanaman cabe di gedung SKB Wonogiri mulai tanggal 5-20 April 2017. (HUMAS-est)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama