oleh

OBYEK WISATA DI WONOGIRI DITUTUP LAGI HINGGA 17 JANUARI 2021

WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri memperpanjang penutupan semua objek wisata di wilayahnya. Sebelumnya, objek wisata di Wonogiri ditutup sementara pada libur Natal dan Tahun Baru sejak 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Namun, penutupan diperpanjang sampai Minggu, 17 Januari 2021. Penutupan obyek wisata termasuk di dalamnya alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.

“Sudah kami koordinasikan dengan Sekda dan OPD terkait. Kami memutuskan untuk objek wisata diperpanjang penutupannya hingga 17 Januari. SE juga sudah diedarkan. Sembari kami melihat tren persebaran kasus covid-19 di Wonogiri,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (4/1).

Perpanjangan penutupan objek wisata ini atas pertimbangan Wonogiri masih masuk zona merah covid-19. Selain itu penambahan kasus dan angka kematian akibat covid-19 masih mengkhawatirkan. “Dilihat saja nanti pertengahan Januari seperti apa kondisinya. Kalau saat ini risiko penularannya masih tinggi. Nanti kami putuskan pembukaan objek wisata berdasarkan epidemiologi covid-19,” imbuh Bupati.

Sosialisasi perpanjangan penutupan ini sendiri telah dilakukan kepada para pengelola objek wisata secara bertahap, baik milik pribadi, BUMDes maupun pemerintah daerah. Dengan adanya surat edaran penutupan sebelum libur Nataru, para pengelola sudah mendapatkan pengetahuan. Sebab, sebelumnya pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang penutupan objek wisata hingga 4 Januari 2021.

Bupati menyatakan jika tak menutup kemungkinan dengan adanya kebijakan menutup objek wisata dapat mengurangi pendapatan asli daerah (PAD). Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab masih ada upaya lain yakni dengan refocusing dan efisiensi anggaran serta mengurangi kegiatan pemerintah. “Tapi ada yang paling penting, yakni kesehatan masyarakat lah yang merupakan prioritas utama kami. Kami lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karena kondisi di Wonogiri masih mengkhawatirkan,” katanya.

Pemkab sendiri juga belum memperkenankan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri untuk berjualan, karena selama ini alun-alun menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Sehingga ruang publik yang terletak di pusat kota Wonogiri itu harus ditutup. Alun-alun sendiri ditutup sejak 23 Desember 2020 lalu hingga 3 Januari 2021.

“Sosialisasi kepada para PKL juga sudah kami sampaikan. Pertimbangannya sama dengan perpanjangan penutupan objek wisata. Jika kasus sudah mulai menurun, para PKL diperkenankan kembali berjualan,” tandasnya. (est)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama