PEMULIHAN COVID-19, PEMKAB WONOGIRI SIAPKAN RP 110 MILIAR

PEMULIHAN COVID-19, PEMKAB WONOGIRI SIAPKAN RP 110 MILIAR

WONOGIRI – Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan dana Rp 110 miliar untuk pemulihan (recovery) dampak Covid-19 di wilayahnya. Sebelumnya, anggaran yang dialokasikan hanya Rp 52 miliar. “Setelah kita hitung-hitung secara detail ada penambahan. Dana tersebut rencananya sudah terdisitribusi pada bulan Ramadhan. Sedangkan saat ini kita masih menggunakan anggaran yang enam miliar atau dana penanganan Covid-19,” terang Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Kamis (2/4).

Menurut Bupati, anggaran itu berasal dari realokasi dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID). Anggaran itu di luar pos penanganan Covid-19 senilai Rp 6 miliar. Bupati menegaskan, anggaran sebanyak itu  akan dialokasikan untuk tiga skala prioritas. Pertama, untuk penanganan kemiskinan yang di Wonogiri jumlahnya ada 333.332 orang terbagi pada 116.000 KK.

‘’Prioritas kedua, adalah warga yang berpotensi miskin. Maksudnya, awalnya mereka punya pekerjaan namun karena dampak penanganan covid-19 menjadi kehilangan mata pencaharian. Untuk yang ini masih dalam pendataan,’’ paparnya.

Sedangkan untuk prioritas ketiga adalah warga yang selama ini kerja di sektor informal, yang kehilangan pekerjaan karena pemerintah menghentikan sementara waktu untuk pembangunan infrsstruktur. ‘’Karena pemerintahmenghentikan proyek infrsstruktur, banyak tenaga informal yang kehilangan pekerjaan,’’ jelasnya.

Salah satu penggunaan dana itu nantinya adalah untuk penyediaan bahan makanan ratusan ribu kepala keluarga (KK) miskin di Wonogiri. Penggunaan anggaran itu salah satunya untuk jaring pengaman sosial yakni penyediaan bantuan pangan bagi warga miskin yang belum terkaver program lainnya. Dimana saat ini warga miskin di Wonogiri sekitar 333 ribu jiwa atau 116 ribu KK.

“Dari jumlah itu, 35 ribu KK terdaftar Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan 69 ribu KK menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sisanya sebanyak 47 ribu KK yang diproyeksi menerima bantuan program jaring pengaman sosial itu.”

Lebih lanjut dikatakan bahwa selain warga miskin non penerima PKH dan BPNT, program recovery Covid-19 rencananya juga menyasar warga yang berpotensi miskin dampak Corona. Juga untuk pekerja sektor informal. Pihaknya mengaku akan kembali melakukan pendataan terhadap warga yang berpotensi miskin di sektor informal berikut skema pemberian bantuannya.

Saat ditanya apakah anggaran yang disiapkan itu nantinya sudah mencukupi kebutuhan atau masih kurang, Bupati Joko Sutopo mengaku tidak khawatir. Sebab, masih ada pos anggaran lain yang bisa dipergunakan untuk penanganan Covid-19. Seperti dana pengembalian anggaran Pilkada yang pelaksanaannya mengalami penundaan.

“Saat ini kan baru menggunakan anggaran Rp 6 miliar. Kalau pandemi Covid-19 ini kurvanya menurun, kita tunggu basis datanya, anggaran recovery itu bisa cair kemungkinan sebelum Lebaran,” tandasnya. (est)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.