SUKSESKAN PROGRAM SWASEMBADA DAGING TAHUN 2014

SUKSESKAN PROGRAM SWASEMBADA DAGING TAHUN 2014

WONOGIRI – Pemerintah pusat mulai menurunkan jumlah sapi impor maupun daging impor dari luar negeri sejak dua tahun terakhir. Indonesia tidak bisa begitu saja menutup keran impor daging dan sapi karena pemenuhan daging dan sapi secara nasional saat ini belum mampu. Seharusnya, meski ada impor tidak mempengaruhi harga jual sapi lokal, harga jual murah, harga daging stabil tinggi. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA didampingi Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo dan Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto di sela-sela Panen Pedet di area Patung Bedhol Desa, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, beberapa waktu lalu.

Sesuai data di Kementerian Pertanian, di tahun 2010 pemerintah pusat mengimpor 120.000-an ton daging sapi, jumlah ini diturunkan menjadi 90.000 ton di 2011 lalu. Untuk tahun 2012 ini, kuantitasnya dikurangi lagi hanya 34.000 ton.

Sedangkan dari impor bakalan (sapi hidup) tahun 2010 sekitar 600.000 ekor, lalu dikurangi menjadi 400.000 di 2011 lalu dan di 2012 berkurang menjadi 283.000 ekor.

Terkait masih rendahnya harga jual sapi, menurut Menteri justru disebabkan karena ulah blantik dengan menggunakan adanya impor sapi sebagai alasan. “Pemerintah pusat tidak mungkin menutup semua, tidak bisa sok-sokan karena masih mempunyai kendala dalam pemenuhan kebutuhan daging. Untuk itu panen pedet hasil inseminasi buatan tahun 2010 ini menjadi langkah awal menuju swasembada daging 2014. Kalau harga sapi masih murah, siapa yang main harga? Blantik, harga jual sapi murah, harga daging tidak turun, ini kan aneh. Pemerintah daerah silakan tangani masalah ini,” terang dia.

Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo juga bertekad mensukseskan program swasembada daging di tahun 2014 nanti. Gubernur mengingatkan peternak agar jangan memotong sapi yang masih produktif, karena berpotensi mengurangi populasi sapi. Pemotongan sapi betina produktif melanggar Undang Undng Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan hewan.

Gubernur meminta agar para peternak bekerja dengan ulet, tekun dan sungguh-sungguh jika para peternak ingin mencapai kesejahteraan. Pasalnya, tidak ada hasil kalau tidak telaten. “Lihat saja, ternak itu mulai dari kotorannya saja bermanfaat, bisa dibuat biogas, untuk memasak, sampai energi listrik. Itu baru dari kotorannya, belum dari bagian-bagian ternak lain yang juga bermanfaat,” katanya.

Ternak yang sehat, imbuh Gubernur, selain bibit unggulnya bagus, juga tercukupi makanannya serta kandangnya bersih. “Untuk pakan ternak, harus disiapkan secara sungguh-sungguh. Pakan ternak kalau musim penghujan seperti sekarang ini tidak masalah, tapi kalau musim kemarau, menjadi masalah. Makanya peternak saya anjurkan menanam tanaman canthel atau sorgum. Sorgum itu mudah menanamnya, tingkat protein untuk ternak tinggi, sehingga daging nantinya akan berkualitas,” imbuhnya.

Gubernur mewakili Pemerintah Provinsi juga bersedia dan sangat mendukung usaha peternakan melalui bantuan-bantuan yang diberikan kepada peternak maupun kelompok peternak yang mengajukan proposal permohonan bantuan. (HUMAS_ESTI SUCI)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.