POTENSI EMAS DI WONOGIRI AKAN DIEKSPLORASI OLEH PT ALEXIS PERDANA MINERAL

POTENSI EMAS DI WONOGIRI AKAN DIEKSPLORASI OLEH PT ALEXIS PERDANA MINERAL

WONOGIRI – Para penambang emas di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, dalam waktu dekat akan kehilangan mata pencaharian, sebab emas di daerah tersebut akan ditambang secara  besar-besaran oleh PT Alexis Perdana Mineral.

Ir Arso Utoro  MM,  Kepala Dinas Pengairan  Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Wonogiri, menjelaskan bahwa PT Alexis Perdana Mineral telah mengajukan Kuasa Pertambangan Eksplorasi pada tanggal 28 September 2009. Tanggal 10 Januari 2009 diterbitkan 2 buah KP Eksplorasi No. 545.21/01/2009 dan No 545.21/02/2009, Tanggal 14 Desember 2009 disesuaikan UU no 4 tahun 2009 menjadi IUP Eksplorasi dengan penggabungan 2 KP tersebut di atas dengan nomor IUP 545.21/054/2009; Luas IUP 3.928,71 ha, masa Eksplorasi 6 tahun, terdiri dari 4 tahun ekaplorasi dan 2 tahun studi kelayakan; Saat ini telah melaksanakan eksplorasi selama 2,5 tahun.

Hal tersebut diutarakan pada acara paparan hasil Eksplorasi PT Alexis Perdana Mineral, yang dihadiri Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto, Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setya Nugraha, Muspida, tamu undangan serta dari pihak PT Alexis Perdana Mineral, beberapa waktu lalu.

“Pemaparan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) untuk memberikan laporan secara berkala sebagaimana diamanatkan oleh UU No 4 Tahun 2009 pasal 111. Dalam hal ini, PT Alexis Perdana Mineral telah melaksanakan eksplorasi selama 2,5 tahun, sementara masa eksplorasi IUP 6 tahun  dengan rincian 4 tahun eksplorasi dan 2 tahun  studi kelayakan dan Amdal. Dalam waktu 2,5 tahun telah banyak yang dilaksanakan oleh PT. Alexis Perdana Mineral seperti pemetaan geologi, penelitian geokimia, permodelan geofisika, pemboran eksplorasi sebanyak lebih dari 21 titik, serta rencana RC drilling di 80 titik pada tahun.” kata Arso.

Sementara, Herciptaning Yudhotomo, Manager Goverenment Relationship PT Alexis Perdana Mineral, menjelaskan, “setelah ijin keluar, pihaknya telah melakukan kegiatan eksplorasi yang dibagi menjadi tiga tahap. Untuk tahap I, melakukan pemetaan geologi, pengambilan contoh batuan, contoh tanah, contoh endapan sungai, analisa laboratorium dan pengolahan data serta survey geofisika. Hasilnya zona mineralisasi dan anomali geofisika dan permodelan geofisika, untuk menetukan lokasi titik-titik pemboran pada tahun 2010.”

Tahap II, lanjutnya, melaksanakan pemboran (Diamond Drilling) sejumlah 5 titik dengan total kedalaman 1.984,6 meter. Hasil pemboran dianalisa laboratorium dengan kadar Au tertinggi 7,9 ppm.
Tahap III, melaksanakan pemboran (Diamond Drilling) sejumlah 16 titik dengan total kedalaman 3.300 m. Kadar Au tertinggi 5,4 ppm, akan dilanjutkan dengan RC Drilling sejumlah 80 titik, dengan total kedalaman 8.000 m.Pm. (HUMAS_ESTI SUCI)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.